Pagi itu, setelah pemeriksaan akhir, Dokter Rina mengizinkan Anisa pulang dalam tahap pengawasan. Aidan segera mengurus kepindahan itu, lega karena bisa kembali mengontrol situasi jauh dari mata keluarga. Anisa saat ini duduk di ranjang, menunggu Aidan kembali. Anita duduk di sampingnya. "Mbak, serius sudah enggak apa-apa? Wajah Mbak masih pucat, lho," ucap Anita khawatir. "Insya Allah Mbak enggak apa-apa. Kan kamu tahu sendiri, Mbak ini butuh kenyamanan. Daripada harus di rumah sakit yang ada tambah sakit, enggak sembuh-sembuh. Bayangkan saja dua minggu Mbak harus stay di rumah sakit, yang ada badan Mbak ngedrop gara-gara suasana," ucap Anisa, yang membuat Anita tersenyum. Ketika keduanya sedang mengobrol tiba-tiba pintu ruangan dibuka. Terlihat Aidan mendorong kursi roda yang memb

