pertarungan kontrol

859 Words

Anisa terbangun di pagi hari dengan kondisi yang sedikit membaik. Demamnya telah turun, berkat obat dan bubur yang ia ambil dari depan pintu semalam. Meskipun demikian, tubuhnya terasa lemas dan kepalanya masih terasa berat. Ia segera mandi dan mengenakan pakaian kerjanya, menyembunyikan kelemahan fisiknya. ​Ketika ia keluar dari kamar, ia melihat baki bekas bubur dan gelas obat sudah tidak ada. Aidan pasti mengambilnya saat subuh. Anisa tahu, isyarat kepedulian itu hanya akan terjadi secara diam-diam dan di balik batas. ​Anisa turun ke ruang makan. Aidan sudah duduk di sana, membaca koran bisnisnya. Di meja, sudah tersaji roti panggang dengan selai, buah-buahan, dan teh hangat. ​"Pagi," sapa Aidan tanpa mengangkat koran, nadanya sangat formal, sama seperti di kantor. ​"Pagi, Tuan Aida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD