satu kamar

1222 Words

Pesawat Aidan mendarat mulus di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Udara hangat dan lembap khas pulau langsung menyambut mereka, sebuah kontras yang menusuk bagi tubuh Anisa yang dingin dari dalam. ​Saat mereka turun dari pesawat, Anisa harus mengerahkan seluruh sisa tenaganya untuk berdiri tegak. Ia merasa kepalanya berputar, dan kakinya terasa seperti jelly. Kelelahan dari dua hari persiapan yang minim tidur, ditambah dengan kondisi fisiknya yang belum pulih total, membuat Anisa hampir tidak mampu berkompromi. ​Anisa kelihatan sangat pucat. Bahkan Kenny, yang biasanya hanya berfokus pada administrasi, tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran di matanya. ​Aidan berjalan sedikit di depan, menjaga jarak profesionalnya, tetapi matanya diam-diam memantau pergerakan Anisa dari ekor matan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD