Sore itu, Jakarta diselimuti mendung tebal, dan tak lama kemudian, hujan turun dengan deras. Di garasi rumah besar Aidan, Anisa bersiap. Ia mengenakan pakaian yang sopan untuk selamatan, lalu memasukkan dirinya ke dalam jas hujan yang cukup tebal. Hujan adalah musuh cuaca untuk badan Anisa. Ia tahu, tubuhnya yang ringkih akan langsung bereaksi terhadap dingin dan kelembaban. Kepala Anisa yang sudah pusing sejak pagi kini terasa semakin berat. Tapi Anisa tidak bisa apa-apa karena Anisa hanya bisa pasrah. Ia harus pergi ke rumah orang tuanya, dan ia harus membuktikan kepada Aidan bahwa ia tidak membutuhkan perhatiannya lagi. Ia harus mematuhi batasan profesional dan mandiri yang ia tegakkan sendiri. Saat Anisa memasang helm dan hendak naik ke atas motornya, pintu samping garasi terbuka

