Anita memarkir mobilnya di basement Aidan Corp. dan segera mengajak Anisa naik ke lantai operasional. Begitu mereka keluar dari lift, bisik-bisik langsung menyambut. Anisa, dalam balutan blazer elegan dan jilbab yang tertata rapi, tampak menonjol—kecantikannya yang lembut, dipadukan dengan aura profesional, sulit diabaikan. Mereka baru saja tiba di cubicle Anita ketika beberapa karyawan, terutama dari tim desain yang mayoritas laki-laki, mulai mendekat. "Nit, siapa nih?" tanya Rio, seorang desainer senior, matanya tak lepas dari Anisa. "Iya, Nit. Kenapa enggak bilang mau bawa bidadari ke kantor? Kelihatannya masih muda banget, lho," timpal Bima, rekan Rio. Wajah Anita berseri-seri, senang karena perhatian tertuju pada kakak iparnya. "Ini, kenalin, Anisa. Mulai hari ini dia Junior

