Pandanganku fokus ke depan sana penuh dengan segala hal yang aku lontarkan saat ini tampak seperti tak mengizinkanku untuk sadar pada kenyataan. Aku tahu segala bentuk pengharapan itu memang tak sepantasnya terlalu berlebihan. Memang tak sepantasnya juga untuk dilebih-lebihkan atau bahkan memang tak sepantasnya untuk terlalu dipikirkan juga di otak ini, perihal kenangan dan sesuatu hal yang pernah terjadi dalam hidupku. Entahlah bahkan terkadang aku tak sadar dan akupun tak mengerti tentang hal itu semua karena bisa bisanya semua hal yang terjadi di masa lalu atau bahkan semua hal yang memang pernah aku lakukan dan seperti pernah ada dalam mimpiku dalam sekejap juga seperti sering adejavu sendiri olehku. Bahkan tak hanya de javu tapi semua hal itu juga seringkali seperti membayang-bayangi ku dan memang seperti sering membuatku hanya terus-terusan pada kenyataan dan semakin larut memikirkan hal itu bahkan sampai terkadang aku sendiri seperti dibuat khilaf oleh kenangan.
Sebuah helaan nafas panjang aku lontarkan di sini, "Tapi serius deh. Kenapa bisa ya semuanya kaya gini, padahal kalau dipikir-pikir sebelumnya juga aku nggak pernah tuh sampai yang separah ini!"
Pandangan ini pun kosong menatap ke depan sana, dengan kedua kakiku yang selonjor penuh dengan segala kenyamanannya. "Ini tuh asli beda banget sama pas suka-sukaan sama yang dulu. Fyuh ...."
CTIK!
Damn it, sebuah benda jatuh menyadarkanku dalam sekejap. Membuat diriku pula tampak mengalihkan pandanganku ke arah samping, dimana keberadaan sesuatu hal yang menimbulkan bunyi itu berasal.
"Ngangetin aja lagi itu benda, hadeuh ya Allah ...."
Gelengan kepala aku lontarkan, bersamaan dengan hal itu aku benarkan posisi dudukku yang sangat nyaman ini. Lamunanku pun kembali menyerbu pikiran dan otak saat ini.
Aku tahu dan aku sadar jika setiap bentuk pengharapan itu tak sepantasnya untuk dilebih-lebihkan, segala pengharapan itu memang harus dikubur dalam-dalam bukannya malah dikembangkan sampai dengan diri yang semakin hari semakin tak sadar akan hal yang tak seharusnya dipikirkan itu.
Semua usaha jelas sudah aku lakukan dan semua hal jelas udah aku hilangkan itu dalam bentuk usah aku tapi kenyataannya semuanya sama saja karena hal itu tak pernah luput dari ingatan, segala harapan yang dulu pernah hadir tanpa sengaja ini justru malah aku pertahankan dengan sengaja. Segala hal yang dulu mampir atau bahkan sempat hadir karena diriku yang tak sengaja untuk meresponnya justru sekarang malah sesuatu yang menjadikanku seperti takkan bisa lepas dari hal itu sampai detik ini juga.
"Eumm tapi mungkin emang jalannya kudu gini kali ya, usaha atau engga pun kayanya juga bakalan sama deh? Eh kok gitu sih Ras. Aish ...." sadarku yang berkata aneh ini membuat diri juga kembali membuyarkan segala pikiran-pikiran tak jelas ini di otak namun sangat sulit untuk pergi.
Detik demi detik berlalu dan aku masih di tempat ini, di tempat yang tak sadar saat ini membuatku sedikit tersenyum menyadari kebodohanku dan atas semua hal yang memang tampak membodohi seperti sekarang ini.
"Dunia tuh terlalu sering ngelawak, sampai sekarang aja nyatanya aku masih aja tuh kelihatan eror sendiri di keadaan apapun apalagi urusan kaya gini nih. Brrr berada aku orang yang paling tertinggal dalam segala hal aja kalau kaya gini!'
Yah memang benar ... karena terkadang menurutku juga dunia ini sangat lucu, saat sebuah suatu hal yang kenyataannya tak pernah ingin diharapkan tiba-tiba hadir dan tiba-tiba menyapa hidup tetapi dalam sekejap juga tiba-tiba semuanya seperti malah menarik ulur dan malah meyakinkan diri di setiap pertambahan waktunya karena hal yang bisa dibilang itu semua terjadi karena ketidaksengajaan takdir yang menyandarkan dan malah menghanyutkan ada hal yang sama pada sebelumnya aku sendiri sempat mati-matian menolak hal itu. Tapi kini, semuanya justru mati-matian ingin aku kubur dalam-dalam tapi kenyataannya malah nggak mengizinkan.
Anggukan demi anggukan setiba-tiba ini juga tanpa ada yang menyuruh tiba-tiba terlaksana, jari-jari tangan ini juga sadar tak sadar tampak aku jentikkan pada paha.
"Udahlah namanya juga takdir Ras, mau nggak mau suka dan nggak suka semua juga tetap bakal jadi jalan kamu kalau emang tuhan berkata gitu."
Lelah memang, apalagi saat sadar akan semuanya seperti sekarang. Mata ini seperti dibuat kantuk dan malas dengan badan yang tiba-tiba aku gerakan penuh karena pegal dengan posisiku yang saat ini lagi?
Entahlah, lelah jelas aku rasakan tetapi untuk menyerah rasanya terlalu mustahil untuk aku lakukan. Aku memang mudah untuk berkata tidak, tetapi aku juga sangat mudah untuk berkata iya saat semuanya memang sudah benar-benar merasa pada diriku dan saat semuanya memang benar-benar sudah membuatku seperti kehilangan akal seperti saat ini yang terus-menerus mengingat hal-hal kecil yang sempat menjadi kenangan saat ini karena saking seringnya aku alami di masa dulu.
Mungkin semuanya itu adalah sebuah ketidaksengajaan, tapi namanya takdir itu tidak ada yang sengaja ataupun tidak sengaja karena kenyatannya semua ini sudah menjadi jalan darinya yang pasti sudah direncanakan dengan penuh matang matang oleh ilahi.
"Ya kali aku nyerah, ya sebenarnya sih bukannya gak mau ataupun apa. Kalau dibilang mau ya mau cuma tuh gimana ya, agak hih juga sih kalau dipikir-pikir pake logika juga!"
Jujur aku tak pernah membayangkan bisa sampai di detik seperti sekarang ini, bisa hadir dan sampai bisa mempertahankan segala sesuatu yang kini tengah memuncak pada diriku dan yang kini telah hadir dalam hidupku yang entah juga ini adalah suatu hal yang sangat berlebihan dariku kepada kenyataan atau memang karena ini sebuah pertanda alam karena aku yang selama ini terlalu susah untuk memulai suatu hubungan yang bisa dibilang itu terlalu sulit untuk aku akui sebelum-sebelumnya.
Perihal diri yang selalu hadir dengan segala persepsi yang tak pasti, jujur aku ingin sekali angkat tangan pada semuanya. Aku ingin membuang semua hal yang terlalu membebankan pikiranku sampai seolah-olah diriku yang pernah terlalu hanyut dan pernah hanya memikirkan sesuatu topik yang mana kenyataannya juga dalam hidup ini tak hanya berharap percintaan saja yang harus ditekuni atau bahkan yang harus dipikirkan.
Bukankah dunia memang tak bercanda yang dilihat? Walaupun sering membercandai diri dengan hal-hal yang bisa dibilang dunia itu terlalu mau bercanda itu dengan hal-hal sepele tapi memang itu sering terjadi di kehidupanku. Dimana kenyataan yang selalu seolah-olah memang menuntunku untuk berlaku suatu hal tapi kenyataannya semuanya sama saja disini. Aku tetaplah aku yang selalu berusaha berdiri sendiri walaupun sedang sakit dan aku tetaplah aku yang selalu berusaha baik-baik saja kalau kenyataannya aku sendiri tengah terluka oleh semua pengharapan yang tak kunjung pasti dan semua apa harapan yang tak pernah nyata keberadaannya seperti saat ini.
Entahlah, mungkin jika di boleh katakan hobiku adalah melamun. Melambangkan hal-hal tak jelas yang seolah-olah di dunia ini cuma perihal itu saja yang dibahas, pada kenyataannya tidak sama sekali. Banyak hal yang dituntut untuk bisa beriringan berjalan bersama semuanya, tapi tidak denganku aku justru terfokus pada suatu hal sampai terkadang lupa bahwa ada hal lain yang harus aku perjuangkan juga.
Seringkali aku lupa sendiri oleh keadaan diri, seringkali aku terlalu menuruti ambisi diri dan seringkali aku terlalu mengikuti segala ambisi pada diri ini sampai emang kenyataannya semuanya itu benar-benar terasa seperti nyata dan seperti memang ya terlalu berlebihan juga untuk dibahas tapi memang begitulah keadaannya.
Bahkan jika semuanya bisa hidup atau bisa dikatakan benda mati yang ada di sekelilingku atau bahkan segala hal kecil yang ada di samping sekitar aku jika yang mati bisa hidup mungkin semuanya akan menertawakanku, mungkin semuanya akan bisa begitu menjatuhkan diriku karena aku yang terlalu bodoh oleh kenyataan ini.
Ini bukan mimpi dan ini sungguh nyata keberadaannya dan aku sadar akan hal itu, walaupun seringkali terluka oleh keadaan tapi aku tetaplah aku yang selalu saja berusaha baik-baik saja kedepannya tapi juga tak tahu lagi harus bagaimana untuk setelahnya.
"Aku tahu ini salah, aku tahu ini tidak sepantasnya terus-menerus dilakukan dan terjadi. Bahkan aku juga sadar jika hal seperti ini seharusnya juga tak aku teruskan dan aku tanggapi, tapi aku tak bisa munafik jika akupun juga ingin!'
Perihal rindu yang tak pernah diobati, perihal kasih sayang yang tak pernah dimengerti dan perihal semua hal yang tak pernah bisa untuk semudah itu dipahami. Rasanya aku ingin menyerah saja saat ini, ingin berusaha baik-baik saja dan ingin berusaha melupakan semuanya tapi diriku terlalu rumit untuk dipahami. Bahkan diriku sendiri pun tak mampu memahami diriku apalagi orang lain?
"Jujur aku rindu dan tidak ada orang yang bisa untuk berkata tidak atas apa yang aku rasakan ini karena memang jika ini sudah aku rasakan masih semua orang pasti bisa mengelaknya atau bahkan untuk tak suka juga sangat aneh karena memang seperti inilah nyatanya. Suka tak suka, rindu tak rindu, sejatinya jika memang bukan hak kita pasti semua itu akan terasa aneh dan akan terasa tak pantas untuk dilakukan walaupun masih saja tetap dilakukan oleh jiwa-jiwa yang terlalu bodoh oleh keadaan seperti aku ini."
Tetapi bagiku mimpi tetaplah mimpi, entah itu akan nyata ataupun tidak akhirnya nanti tapi sesuatu yang jelas pasti akan aku selalu doakan di sini sampai akhir hayat nanti. Sesuatu yang sudah membekas pada diri terkadang sangat sulit untuk dilupakan, tetapi jika suatu ketika jika dalam hal itu bisa menyembuhkan luka pada hatiku. Aku bisa saja untuk bersikap seolah-olah aku ini tak pernah melakukan hal itu aku tak pernah merasakan hal itu Dan aku tak pernah mengharapkan sebuah hal itu.
Tapi sayang, ntah ini pernah nyata ataupun tidak dan entah ini memang pernah aku alami ataupun tidak atau bahkan entah ini akan terjadi ataupun tidak.