Throw back!

2183 Words
Aku si gadis biasa yang memimpikan kebahagiaan bersama orang yang semu, mencoba bersikap biasa saja saat semua hal tak sejalan dengan yang ku inginkan. Sebab, Hadirmu selalu memberi suka dan duka secara bersamaan ntah itu secara bertahap maupun sekaligus. Andai-andaiku tetap menimbulkan bekas yang sulit dihilangkan, pesanku untuk diri sendiri "Wahai hati, jangan terlalu berharap pada sesuatu yang tak pasti. Kau tau bukan bagaimana rasanya? Tak ada yang sempurna saat semua itu tak nyata, dan jika itu boleh! Aku ingin itu menjadi nyata agar berharapku tak menyakitkan." Berbicara soal hati, sebenarnya aku menyimpan perasaan untuk seseorang yang tengah sibuk di sana dan yah pasti siapa lagi jika bukan sosok yang sering aku bicarakan dengan seri aku pikirkan selama ini. Tapi bagaimana lagi, saat kenyataan terus saja menamparku dalam dalam mengingat sikap dia dulu sampai sekarang aku tak tahu bagaimana dia yang sekarang dan bagaimana kabarnya bahkan aku pun tak tahu apa-apa pun sampai sekarang ini. Dekat pun tak pernah, tetapi entahlah rasanya ambisi untuk memilikinya semakin kesini semakin besar aku rasakan. Padahal aku tau dengan sangat-sangat, segala karakternya dulu dan karakternya sekarang aku pikir tak ada bedanya sama sekali dan jika pun berbeda mungkin tetap akan ada yang tertinggal walaupun hanya satu jejak saja di sini. Karena aku juga yang paham jika sikap dan karakter seseorang iri tak akan pernah bisa berubah kecuali ada sesuatu yang mendorongnya untuk berubah walaupun cuma sedikit tetapi itu juga tak mungkin bisa sepenuhnya untuk bisa terbebas dan terjerat dari hal itu yang dulu-dulu aku sadari ntah itu sibuk dengan gadgetnya, ceweknya, games-nya, atau sibuk bergulat dengan gombalan recehnya yang selalu dia lontarkan ke semua cewek kecuali aku, Why? Kenapa begitu? Jawabannya simpel, aku? Hahaha aku ini apa ditinjau dari tipe ceweknya saja sangat jauh mau berharap? jangan bermimpi bakal kesampaian Laras! Jika boleh aku jujur tentangnya, dulu sampai entah kapan bagiku dia tetaplah dia yang selalu menyita perhatianku dan selalu membuatku hanyut pada ketidak jelasan menghadapi ego diri. Kepribadiannya? Jangan salah haha ambyar banget asli, ganteng? Ya jelaslah siapa yang bakal bilang dia jelek nggak bakal ada, sampai orang buriq kaya aku aja ngakuin kalo dia ganteng. Menurut pengamatanku selama ini kegantengannya seperti tak ada gunanya. Jadi yah seperti itulah akhirnya, kenapa? Karena dia jomblo dari dulu, sebenarnya sih ini menurut tinjauanku saja selama beberapa kali ketemu, nguping, dan stalk akun-akun dia terlebih lagi kalau dia ngumpul bersama teman-teman sesama somplaknya salah satunya ya temen-temen kampretnya itu. CK, ah jadi rindu mereka eh ralat maksudku rindu Arga yang selalu kupantau keberadaannya dari jauh kayaknya udah lama mereka nggak ngumpul di rumahku. Eh maaf, maksudku rumah orang tuaku dan disitu bukan ngapelin dan lain-lain melainkan main PS sampe tengah larut bersama Arga and Friends. Tapi menurutku sama saja sih entah sedang belajar ataupun tidak, karena yang katanya belajar tapi malah ngiped, chatingan sama doinya. Apa itu yang dinamakan definisi belajar? Eh doi? No! Dia tidak ada doi dan tidak sibuk hanya saja sok menyibukkan diri dengan ponselnya. Tapi kenapa bisa kamu setia Ras? ARGHHHHHH ENTAHLAH, AKU PUSING! Tapi jangan heran kenapa aku bisa menaruh perasaan sama orang yang namanya Arga, karena cinta tak butuh alasan bukan? Mungkin awalnya karena sering dijodoh-jodohin eh malah akunya yang kebaperan, tapi kan yang dinamakan tuntutan hidup butuh cinta butuh kekasih dan ahh terlalu banyak sampai-sampai satupun belum ada yang tercapai karena kebanyakan halu kamu Ras! Jujur Ga, merindukanmu adalah tugasku, tapi kini aku sadar bahwa aku bukanlah siapa-siapamu. Sebenarnya aku tuh selalu sadar tapi gatau juga setengah dari diriku ini kemasukan apa aku sendiri juga tak paham. Yang bisa-bisanya sadar tapi masih saja bertindak konyol kaya gini, haduh Ras ... hatimu tuh terbuat dari apa sih hey? Sekalinya jatuh cinta jatuhnya jadi bodoh gini hiyung ya Allah ..... Harusnya aku sudah menyudahi semua aktivitasku hari ini dengan mengistirahatkan badan, mengistirahatkan hati, dan pikiran. Tapi aku bisa apa saat mata tak menyetujui diri untuk beristirahat walau sebentar sekalipun sedang otak terus berputar memikirkan hal yang tak jelas. 4 kata untuk menggambarkan diriku saat ini adalah. GABUT BINGUNG MAU NGAPAIN !! Dengan sedikit malas karena kinerja tubuh yang tidak saling mendukung, di suasana kaya gini bahkan tiba-tiba mata ngantuk tetapi sulit dipejamkan aku berusaha sedikit bangkit dari duduk dan menggapai layar tipisku yang tergelatak begitu saja tadi. Dan nampaknya sedari tadi benda itu terus saja memanggilku supaya aku memainkannya walaupun jujur sebenarnya malam-malam memainkan hanphone itu hanya membuat pusing kepala saja tapi mau bagaimana lagi untuk keadaan sekarang ini . Dengan malas kubuka kunci layar tipisku yang kubuat pola menampilkan wallpaper andalan yang tak pernah kuganti dengan yang lain terkecuali jika ada foto terbarunya yang intinya sama saja. Semua hanya tentang dia, dia, dan dia. Sering kali bahkan aku kesal dengan diri sendiri apakah ini yang dinamakan senjata makan tuan? Niatnya dijadiin penyemangat tetapi berujung kepikiran terus dan berakhirlah dengan halu lagi? Arghhh sudah cukup lelah rasanya tapi diri ini juga sangat susah diberitahu. Lantas ini salah siapa? Dan kebodohan terbesarku adalah, aku yang dulu jika diingat-ingat terlalu tak masuk akal untuk dinalar. Sosok yang rela kehabisan kuota cuma buat ngestalk akun dia yang jelas-jelas sebenarnya nggak ada untungnya juga, dapet cintanya engga kehabisan kuota iya. Dijadiin pacar engga, dapat nyesek malah iya. Cinta kadang buat orang sebodoh itu, dan aku ? Jujur aku memang bodoh, memilih diam agar hati tak tersakiti karena ditolak tapi faktanya justru sakit duluan karena berfikir tertolak . Mungkin ini yang dinamakan definisi menyerah sebelum berjuang, bahkan hal-hal yang di luar pikiran orang sehat aja bisa sampai ke orang-orang macam ini contohnya takut pada hal-hal yang belum terjadi ... aku banget emang, nasehatin orang bisa, tetapi nasehatin diri sendiri susah. Bahkan malah seperti meminum air liur sendiri di sini. Kuhidupkan paket data yang mungkin sedang dalam fase sekarat itu , lalu kubuka aplikasi w******p yang selalu menemaniku melebihi apapun. Jengah ...itu yang aku rasakan sekarang, menunggu yang tidak pasti itu memang melelahkan. Bahkan w******p saja lama nge-respon nya padahal dipantengin terus apa lagi dia yang nggak pernah dipantau. Kuhidupkan paket data yang mungkin sedang dalam fase sekarat itu, lalu kubuka aplikasi w******p yang selalu menemaniku melebihi apapun. Jengah ...itu yang aku rasakan sekarang, menunggu yang tidak pasti itu memang melelahkan. Bahkan w******p saja lama nge-respon nya padahal dipantengin terus apa lagi dia yang nggak pernah dipantau. Maaf w******p telah berhenti! Duh elah kebiasaan banget, ini wa eror terus kehabisan kapasitas apa ya kaya hatiku .... Ini duniaku, hidupku, perjalananku, dan kisahku kenapa penuh dengan jalan yang berliku-liku, penuh rintangan dan cobaan yang selalu datang bak jelangkung yang datang tanpa diundang dan pergi meninggalkan misteri. CK! lebay banget ya aku. Clunting.... clunting.... clunting.... clunting..... Dreet....dreet .... Tiq.. Damn it .... Hanphoneku nge-lag gara-gara notif chat yang masuk tanpa henti dan kebiasaan diriku yang tak sabaran membuka setiap chat fast respon sih iya, hp yang jadi korban. Gercep sih gercep tapi yang sabar juga kali Ras kalo udah gini bisa apa coba. Arghhh ... pengen ganti hp aja gimana! Oke ... tenang ... tenang ... yenang Ras! Ikuti arahan kebiasanmu kalo Hp tiba-tiba nge-lag kalo perlu catet noh di otak kau karena saking seringnya. Step 1 Matikan hanphonemu atau muat ulang . Sekali gagal ngga masalah. Coba langkah ke dua. Step 2 Seandainya hp mu masih nge-lag, atau sistem yang lemot nge-responnya kaya otakmu cabut baterai Hp! Dua kali gagal? Ngga masalah siapa tau belum rejekinya , pakai langkah ke tiga Step 3 Solusi terbaik disaat hati mulai jengkel dengan keadaan, tapi jangan sekali-kali ngelakuin hal ini kalau nggak cukup modal, cara terampuh basmi HP eror dengan banting Hanphonemu! Dan yang terakhir kalau memang susah buat setia nggak masalah coba langkah selanjutnya. Step 4 Step 4 disaat hati mulai dongkol karena situasi dan keadaan plus jiwa yang ngga sabaran mulai muncul, Solusi paling membuat jiwa miskinnya tambah merosot dengan cara beli hp baru! Dan masalahnya suka ngga ada duit. Solusinya NGEMISSSSS!!! ARGHH....KESEL KAN JADINYA! Harus diapain lagi coba, udah hati nyesek masa hanphone juga ikutan ringsek. Ting..... Yes, berhasil! Yes, berhasil! Alhamdulillah bergelut dengan hal yang tak jelas akhirnya diberi kejelasan juga sekarang. Sejujurnya aku sendiri bingung dengan diriku saat ini, di satu sisi aku membahas tentang otak dan segala pikiran pikiran yang saat ini tapi disatu sisi aku juga alham bahas tentang suatu hal yang udah lah tiba-tiba membuat ponsel pintar ini sudah capek mungkin karena malah berujung eror. Tapi yang pasti, aku tengah senang bukan main saat ini setelah merasakan segala ketidakjelasan yang hadir dan penuh lakukan saat ini di sini. Aku benarkan posisi dudukku yang semakin melorot tak nyaman, sebuah senyum pernah ku layangkan dari arah 2 sudut bibirku yang entah kenapa melihat sebuah postingan di handphone yang baru saja aku lihat ini dalam sekejap ada rasa senang tapi juga ada rasa kesal yang sedikit hadir juga di sini tapi entahlah rasanya semua seperti teralihkan oleh kenyataan yang memaksaku un- JDUAR!!! "ASTAGFIRULLAHALADZIM!" Dengan segala ke refleks sendiri ini aku tampak bangkit dari rebahan ku mungkin karena yang kau sadari sekarang tiba-tiba aku sudah kembali terduduk setelah sebelumnya enggak jelas atas apa yang aku lakukan sebelumnya beberapa detik yang lalu itu tapi yang jelas gini di hadapanku terdapat seorang laki-laki yang tak lain tak bukan adalah Mas Rega kini tampak geleng-geleng kepala menatapku yang kebingungan penuh dengan kedua tangannya juga yang tampak ditempelkan penuh di pinggangnya sana. Sontak saja membuatku menatap ke arah sekitar, samping kanan dan kiri sampai membuatku refleks terperangah kaget bukan main menyadari rebahanku tadi yang entah sampai berujung terbang ke alam mimpi atau tidak yang jelas otakku masih loading lama bahkan kini disela-sela diriku juga yang tampak membenarkan posisi duduk mencari kenyamanan seperti sekarang ini dengan tak menghiraukan sama sekali keberadaan bantal sofa dan ponselku yang entah kemana keberadaannya saat ini. Justru ku tatap sosok Mas Rega itu dengan bingungnya tanpa ada kata kesal sedikitpun di sini, entahlah mungkin efek kantuk yang masih menyerangku. Jadilah seperti ini keadaannya, "Apa Mas?!" tanyaku jelas kepadanya. Detik setelahnya sosok itu justru duduk di sampingku, mas Rega memang tidak ada kegiatan ini karena kerjaannya yang di hari ini tengah diliburkan dan segala aktivitasnya dalam hatinya ia memang sedang tidak bekerja sama sekali di hari ini karena jadwalnya hari libur. Jadilah mungkin hari ini terlihat sering kali mas Rega mondar-mandir tak jelas. Entah tiba-tiba datang padaku atau tiba-tiba menghilang, yang pasti semuanya itu seringkali membuatku kesal walaupun sering juga kubiarkan begitu saja karena malas. Bruk! Mas Rega tampak duduk dengan tak santainya, "Ngelamun heh? Tapi kalo dipikir-pikir misalkan kamu ini ngelamun ya dek. Tapi kok kaya meragukan juga, soalnya kenapa? Ya kaya gini ... ujung-ujungnya yang mas tau tuh kamu kaya habis senyum-senyum deh Hayoo senyumin siapa hayo ...." ledeknya mungkin? Yang justru membuatku memutarkan mata jengah di sini disegala hal yang tengah berusaha aku tutup i juga. "CK! Nggak usah ngadi-ngadi deh Mas. Mana ada, udah ah ngada-ngada aja kamu Mas. Udah diem sut, ngapain tiba-tiba dateng? Ngaget-ngagetin aja kamu tuh Mas!" "Hilih ... kaget apa kaget? Bilang aja karena kepergok terus kamu jadi gitu iya kan? CK, udah lah males mas sama kamu dek lama-lama. Kalau dipikir-pikir juga gataulah kamu ini orangnya random!" celetuknya seenak jidat yang sukses membuatku hanya berdehem kecil tanpa ada niatan menjawab sama sekali. Tetapi jujur, di sini aku sadar betul. Mas Rega yang selesai berucap demikian, ditambah dengan responku yang seperti ini aku juga sadar dibalik semua itu meskipun pandanganku sedikit aku alihkan darinya tapi aku sangat paham jika nyatanya semua ini sukses membuatku tahu jika sosoknya tengah asik menatapku dengan gelengan ya. Aku acuh? Jelas, rasanya malas sekali meresponnya. Dan ini semua bukan tentang apa-apa atau bahkan tentang sebuah kesombongan pada kakak sendiri. Hanya saja memang malas meresponnya sampai detik ini karena ujung-ujungnya semua akan sama saja. Hanya menambah ketidak jelasan dan hanya membuat ribut antara aku dengannya yang jelas aku sadari dan malas aku ladenin. Sampai sebuah uapan berhasil terlontar dariku, entahlah rasanya sungguh mengantuk. Tiba-tiba? Yah bisa saja karena aku ini jujur sangat pelor, nempel sedikit pasti molor. Aksinya tak kuhiraukan, tangan kananku justru aku gunakan untuk mengucek mata. Hingga sebuah suara menyadarkanku, pandanganku pun tertoleh ke samping. "Apa hmmm? Ngantuk heh? Tidur kamar aja sana. Ya kali tidurnya di sini, di ruang tamu gini lagi. CK! Jangan aneh-aneh deh dek, mending ke kamar aja malah nggak apa-apa. Kalau gini nih takutnya itu kamu itu nanti malah gelagapan kalau ada tamu ke sini gitu takutnya kan tiba-tiba gitu. Yah, udah sana." Deg! Terkejut bukan main, rasanya seperti tak pas atau bahkan tak nyambung sama sekali saat ini. Bukan karena kalimat yang terlontar oleh mulut Mas Rega, tetapi karena kenyataan yang memang tiba-tiba mendapati sosok itu tersenyum tulus ke arahku. Yah, bukannya apa-apa. Memang mas Rega sering tersenyum, tapi tersenyumnya saat ini itu sangat berbeda dan aku bisa mengartikannya dengan segala ketulusan yang ada. Entahlah tidak ada angin tidak ada hujan terkadang mas reggae memang suka berubah-ubah seperti bunglon seperti ini, padahal aku pun tak paham juga tapi ya sudahlah daripada hanya ribut dan ribut saja kerjannya. Dengan segala kerendahan diri pula seulas senyum terpancar dari arah dua sudut bibirku tipis merespon hal itu dengan pada hal itu juga yang menatap ke arahnya juga yang pasti. "Iya ih nanti ajaa ...."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD