Sembilan

1042 Words

"Kenapa ke sini? Bukannya kamu mau nganterin aku pulang?" tanya Anara menatap Prakasa bingung. Prakasa tersenyum tipis, mematikan mesin mobil kemudian memiringkan tubuhnya menghadap Anara. "Kamu nggak mungkin pulang dalam keadaan mata sembab kayak gitu. Kita ngopi dulu di rumahku, sekalian perkenalan nanti kalau kamu sudah jadi Nyonya di rumahku," jawab Prakasa kemudian keluar dari mobil. Anara tak terima segera menyusul Prakasa. "Nggak. Aku mau pulang. Mana sini kunci mobilnya!" Prakasa yang berjalan santai melempar kunci mobil sembarang, membuat Anara dengan sigap bergerak untuk menangkap kunci mobilnya. "Nggak sopan banget," sindir Anara dengan nada ketus. Prakasa terkekeh pelan, berbalik menatap Anara yang memasang raut wajah datar. "Orang ada niat baik itu hargai, bukan diabai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD