Cahaya fajar yang pucat mulai menyusup di sela-sela tirai sutra di ruang kerja Alaric, menyinari partikel debu yang menari di atas meja kayu jati yang luas. Di atas meja itu, tumpukan dokumen yang dibawa Silas semalam masih tergeletak dengan angkuh, seolah menantang siapa pun yang berani menyentuhnya. Alaric duduk diam di kursi kebesarannya, jemarinya mengetuk permukaan meja dengan irama yang pelan namun konstan. Matanya yang memerah karena kurang tidur tertuju pada satu folder digital yang masih menyala di layar tabletnya, menampilkan grafik aliran dana yang melingkar-lingkar seperti ular yang sedang menjerat mangsanya. Setiap lembar bukti korupsi Caspian adalah belati yang siap ditikamkan. Alaric meninjau kembali laporan itu untuk kesekian kalinya, memastikan tidak ada satu pun detail y

