Dinding kaca di ruang kerja Alaric memantulkan cahaya kota yang berkedip di kejauhan, namun di dalam ruangan itu, hanya ada kegelapan yang ditekan oleh cahaya biru dari jajaran monitor. Bau kopi yang sudah mendingin bercampur dengan aroma logam dari server yang terus menderu, menciptakan atmosfer yang menyerupai bunker militer daripada sebuah kantor eksekutif. Alaric berdiri tegak di tengah ruangan, tangannya terlipat di depan d**a, matanya yang tajam tertuju pada aliran data yang terus bergerak di layar utama. Setiap baris kode dan setiap angka yang muncul adalah bagian dari teka-teki raksasa yang sedang ia bedah dengan presisi seorang ahli bedah saraf. Pintu terbuka tanpa suara, dan Silas melangkah masuk. Silas membawa sebuah tablet yang diamankan dengan enkripsi tingkat tinggi. Wajahny

