Malam di London tidak pernah benar-benar gelap bagi seorang Alaric Sterling. Namun, malam ini ia tidak berada di bawah pendar lampu neon Canary Wharf atau di dalam kemewahan Mayfair yang bising. Ia berdiri di sebuah gang kecil yang tersembunyi di kawasan Bloomsbury, di depan sebuah pintu kayu ek tua yang tidak memiliki papan nama, hanya sebuah simbol kecil berbentuk burung feniks yang terukir di gagang tembaganya. "Ini tempatnya, Tuan," bisik Silas, yang berdiri dua langkah di belakangnya dengan setelan kasual agar tidak terlalu mencolok. "Rumah Lelang Aethelgard. Mereka tidak terdaftar di direktori publik. Mereka hanya melayani kolektor tingkat tinggi yang mencari barang-barang dengan sejarah yang... rumit." Alaric mengangguk. Di kehidupan pertamanya, ia menganggap benda seni hanya seba

