Bab 58: Gelagat Mencurigakan

1438 Words

Hujan rintik-rintik mulai membasahi aspal di depan kediaman Alaric, menciptakan pantulan cahaya lampu jalanan yang temaram dan memicu aroma tanah basah yang tajam. Di dalam ruang kerja yang kedap suara, suasana terasa jauh lebih menekan dibandingkan dinginnya cuaca di luar. Alaric berdiri mematung di depan jendela besar, menatap kegelapan malam dengan tangan yang bertaut di belakang punggung. Undangan hitam legam dengan stempel emas dari Caspian yang ia terima pagi tadi masih tergeletak di atas meja kayu jatinya, seolah-olah menjadi mata yang terus mengawasi setiap gerakannya. Suara gesekan halus pintu yang terbuka membuat Alaric sedikit memutar kepalanya. Silas masuk dengan langkah yang lebih cepat dari biasanya, sebuah indikasi bahwa ada sesuatu yang telah melewati batas toleransi penga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD