BAB 26: ALARM BERBUNYI

1523 Words

Udara di dalam markas taktis Sterling Global terasa statis, seberat timah yang menekan paru-paru. Alaric Sterling tidak lagi mengenakan jas mewah atau dasi sutra yang menjadi seragam kekuasaannya. Ia hanya mengenakan kaus hitam taktis dan celana kargo, duduk di depan susunan monitor yang memancarkan pendar biru pucat ke wajahnya yang semakin tirus. Matanya yang merah karena kurang tidur tidak pernah berkedip, mengawasi setiap pergerakan piksel di layar yang menampilkan studio Elara. Kegagalan "Perjalanan Bisnis Palsu" (Bab 25) telah menyisakan retakan besar dalam hubungannya dengan Elara. Alaric tahu istrinya kini memandangnya dengan kombinasi rasa takut dan kemarahan yang membara. Namun, ia tidak punya kemewahan untuk mempedulikan luka emosional itu sekarang. Detik-detik menuju garis wak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD