Debu konstruksi dari area Knightsbridge yang sedang diperbaiki beterbangan, menciptakan kabut tipis yang memerangi pendar lampu jalan London yang mulai menyala. Di dalam Galeri Royal, suasana yang tadinya tenang dan artistik seketika pecah menjadi kekacauan yang teredam. Dorongan Alaric pada bahu Elara begitu kuat, hampir kasar, memaksa wanita itu mundur ke balik pilar marmer yang kokoh tepat saat sebuah truk abu-abu tanpa logo menderu melewati batas kecepatan di jalan raya depan galeri. "Alaric! Apa yang kau lakukan?!" Elara berteriak, napasnya tersengal. Amarahnya memuncak, namun matanya menangkap kengerian yang murni di wajah suaminya. Alaric tidak sedang bermain peran; wajahnya sepucat kertas, dan keringat dingin membasahi pelipisnya. Alaric tidak menjawab. Tangannya yang gemetar men

