Bab 87: Rencana Tak Terduga

1195 Words

Keheningan yang ditinggalkan Lord Harrison di ruang makan masih menyisakan getaran kegelisahan yang nyata, namun bagi Alaric, emosi manusiawi seperti keputusasaan adalah variabel yang sudah ia prediksi. Ia berdiri di tengah ruang kerjanya yang kini berfungsi sebagai pusat komando, sebuah ruangan yang dipenuhi dengan cahaya biru neon dari monitor-monitor yang menampilkan diagram sistematis. Bau sisa kopi pahit dan aroma dingin dari sistem pendingin server yang bekerja keras memenuhi udara, menciptakan suasana yang kaku, steril, dan penuh dengan perhitungan. Alaric tidak sedang memikirkan cara untuk mengumpulkan uang tunai guna membayar hutang ayah mertuanya; ia sedang menatap sebuah peta kehancuran yang ia desain sendiri. Langkah-langkah Alaric terdengar berat dan ritmis di atas lantai kay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD