Suasana pagi di kantor pusat Sterling Global tidak pernah terasa sedingin ini. Meskipun matahari musim semi berusaha menembus kaca jendela gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, hawa di dalam ruang rapat utama terasa membeku, seolah-olah pendingin ruangan telah diatur pada suhu paling ekstrem. Bau karpet yang baru dibersihkan dan aroma tajam dari parfum mahal para eksekutif bercampur dengan bau kertas dokumen yang baru dicetak, menciptakan atmosfer yang steril namun mencekam. Alaric berdiri di depan jendela besar, membelakangi meja oval panjang yang dikelilingi oleh pria dan wanita berpakaian formal yang kini tampak gelisah. Di atas meja, tumpukan map berwarna merah darah telah disiapkan di depan masing-masing kursi. Alaric tetap diam selama beberapa menit, membiarkan kesunyian itu

