BAB 33: MATA DAN TELINGA

1228 Words

Dini hari di sebuah loteng terbengkalai di kawasan industri Docklands, cahaya biru dari belasan monitor sirkuit pendek memantul di wajah Silas Vane. Ruangan itu berbau logam panas, kopi basi, dan kabel terbakar—aroma khas dari pusat saraf operasi yang tidak terdaftar di peta mana pun. Di sinilah, jauh dari kemewahan marmer Sterling Global, unit intelijen pribadi Alaric Sterling resmi menarik napas pertamanya. Elias Thorne, sang "Hantu London", berdiri di tengah ruangan dengan tangan terlipat di d**a. Di sekelilingnya, empat individu duduk dengan punggung tegap, jari-jari mereka menari di atas papan ketik dengan kecepatan yang tidak manusiawi. Mereka adalah hasil kurasi ketat: seorang mantan analis sinyal GCHQ yang "menghilang" setelah skandal spionase, seorang peretas remaja dari Estonia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD