Kabut pagi di London Timur menggantung rendah di atas Sungai Thames, menyelimuti deretan gudang tua yang telah beralih fungsi menjadi galeri seni kelas atas atau apartemen loft yang dingin. Di sebuah dermaga kecil yang hampir tidak terlihat dari jalan utama, Alaric Sterling berdiri diam. Ia tidak lagi mengenakan setelan jas pesanan Savile Row yang biasa ia banggakan. Hari ini, ia mengenakan trench coat hitam panjang dengan kerah tinggi, menyamarkan sosoknya di antara bayang-bayang beton yang lembap. Tepat di sampingnya, Silas Vane berdiri dengan kewaspadaan seorang predator. Silas telah menjadi tangan kanan Alaric selama bertahun-tahun di Sterling Global, namun Alaric tahu bahwa loyalitas Silas yang sebenarnya bukan pada perusahaan, melainkan pada hutang nyawa yang belum terbayar. "Kau y

