Bab 92: Detonasi Informasi

1389 Words

Fajar menyingsing di atas Vance Manor dengan warna abu-abu yang suram, namun di dalam ruang kerja Alaric, waktu seolah berhenti dalam ketegangan yang membeku. Udara di ruangan itu terasa tebal oleh hawa panas yang dipancarkan dari puluhan mesin pemroses data yang telah bekerja tanpa henti selama berjam-jam. Bau ozon yang tajam menusuk indra penciuman, bercampur dengan aroma sisa kopi yang menguap dan bau debu elektrostatis yang menempel di udara. Alaric berdiri tegak di tengah ruangan, matanya yang merah karena kurang tidur tetap tajam dan waspada, memantau riak-riak kehancuran yang mulai menjalar dari Makau ke seluruh penjuru dunia melalui layar-layar monitor yang berkedip. Setelah melumpuhkan jaringan kasino ilegal di Makau pada babak sebelumnya, Alaric kini memegang detonator pamungkas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD