48. Genta-Keputusan

1562 Words

Kamu nggak akan ninggalin aku, kan?" Suara Jyan saat mengucapkan pertanyaan itu terdengar begitu menyakitkan. Matanya membesar sambil menatapku dan membuat rasa bersalahku bertambah berkali-kali lipat. Ada rasa sedih saat memikirkan kenapa Jyan sampai bisa mengutarakan pertanyaan itu buatku. Aku tersenyum dan menatap matanya dalam-dalam. Mata yang memerah karena menahan tangis. Tanganku kemudian menyeka satu titik air matanya yang berhasil lolos. "Aku nggak akan mengulang kesalahanku untuk kedua kalinya, Jyan," balasku dengan nada serius. Dia kemudian memejamkan matanya, seolah merasa lega karena jawabanku itu. Aku tersenyum saat melihat Jyan yang ternyata malah tertidur setelah mendengar jawabanku. Dia mungkin lelah dengan apa yang barusan saja terjadi. Aku membiarkan Jyan tertidur p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD