Ini sangat membingungkan buatku. Aku ingin mengatakan yang sebenarnya pada Arga tentang apa yang terjadi padaku, tapi khawatir apa yang aku lakukan ini hanya akan membuatnya salah paham. Aku takut dia akan beranggapan jika aku menaruh harapan padanya, padahal nyatanya aku hanya ingin berbagi, nggak lebih. Dari tatapan matanya tadi, aku tahu jika Arga benar-benar serius dengan ucapannya. Tapi kekhawatirannya itu bukan lagi sebatas perhatian seorang teman, tapi dia menginginkan yang lebih. Pantasan saja Genta begitu cemburu pada Arga, saat ini aku baru mengerti jika Arga bukan hanya sekadar menginginkan pertemanan di antara kami. Aku mengembuskan napasku dan perlahan wajah Genta muncul di pikiranku. Bagaimana keadaannya saat ini? Apa keluarganya telah bertemu dengan keluarga Daya dan membi

