52. Bukan Diputusin

1597 Words

Aku mengerjap nggak percaya melihat Genta tiba-tiba saja sudah berdiri di belakangku. Apa maksud semua ini? Apa artinya Kania dan Ranu juga ikut berperan dalam sandiwara ini? Dan gilanya, kenapa Genta melakukan ini semua di kantor? Ah! Aku benar-benar mau dibuatnya. "Ini sudah yang ke dua kalinya? Apa kamu masih belum menemukan jawaban?" tanyanya dengan mata yang bersorot tajam. "Lalu itu... Pak Gani, gimana?" tanyaku salah tingkah dan malah menanyakan hal yang nggak ada hubungannya dengan ucapan Genta tadi. "Come on, Jyan. Kamu juga tahu jika semua ini adalah skenarioku," balasnya sambil tersenyum. "Tapi nggak harus di kantor juga," ucapku sambil mengerling ke arahnya. Kan, malu apalagi sampai Ranu dan Kania tahu. "Biar kamu ingat terus kalau di kantor ini kita memulai hubungan kita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD