Aku nggak pernah secanggung ini saat berangkat ke kantor, nggak juga saat sedang bersama Genta seperti ini. Setelah pernyataan dan permintaannya semalam, aku jadi salah tingkah setiap kami bersama. Bahkan menatap matanya saja kadang nggak berani kulakukan. Aku sama sekali belum menjawab permintaannya karena merasa terlalu terkejut dengan ucapannya yang tiba-tiba. Aku nggak pernah membayangkan jika Genta akan mengucapkan kalimat itu semalam. Bagiku, dia kembali padaku lagi itu sudah cukup. "Apa kamu nggak enak badan?" tanyanya beberapa saat setelah mobilnya meninggalkan rumahku. Aku bukan nggak enak badan, tapi kurang tidur membuat kepalaku sedikit pusing. Genta nggak menginap di rumahku semalam karena dia berpikir pasti akan sangat repot di pagi buta harus kembali ke apartemennya untuk

