"Kata Laras, dua minggu ini kamu nggak menitipkan Dimas ke sini? Memangnya ke mana aja?" tanya Genta setelah kami saling menyapa. "Aku baru dapat kerjaan baru dan agak kerepotan buat pindahan rumah juga," sahutnya. "Loh, nggak di rumah yang dulu?" Nada suara Genta terdengar penasaran. "Itu rumah orang tuaku. Katanya kalau aku nggak mau mengikuti keinginan mereka, aku harus angkat kaki dari situ," jelasnya sambil tersenyum. Walaupun tersenyum, aku bisa menangkap kesedihan dari nada bicaranya. Aku yakin, semua ini pasti ada hubungannya dengan kedatangan Genta menemui orang tuanya beberapa waktu yang lalu. "Jika kamu kesulitan dengan Dimas, kamu boleh menitipkannya setiap hari ke sini," timpal Tante Ajeng. "Nggak apa-apa, Ma. Kebetulan Daya barusan dapat pengasuh anak yang cocok dengan D

