Aku menatap wajah Genta saat dia mengantarku pulang ke rumah. Beberapa kali aku ingin mengajaknya bicara dan menceritakan jika Arga akan ke rumah malam ini untuk membicarakan masalah catering, tapi entah kenapa aku yakin Genta akan marah mendengarnya. “Bagaimana, apa sudah dapat catering-nya?” tanyanya dan membuatku terkejut karena dia seperti tahu apa yang sedang aku pikirkan. “Sudah dapat tiga, tinggal cari satu yang bisa beri penawaran terbaik,” sahutku. “Bagus deh kalau gitu. Aku memang sengaja memasangkanmu dengan Kania karena sepertinya kalian berdua bisa cocok,” kata Genta. “Mau ke apartemenku dulu?” tawarnya kemudian. Tawaran yang begitu menggoda, tentu saja aku mau. Tapi bagaimana dengan janji pada Arga? “Itu…sebenarnya malam ini aku ada janji dengan salah seorang pemilik cat

