Dava sudah bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran Siska saat ini. “Lakukan apa yang kamu mau. Tapi, saat kedua orang tuaku atau kedua orang tuamu datang kesini, kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan.” “Om tau apa yang ingin aku katakan?” tanya Siska dengan dahi mengernyit. “Muka kamu mudah sekali ditebak, Sis. Jadi aku bisa tau apa yang kamu pikirkan saat ini.” Dava lalu beranjak dari duduknya. “Kamu bisa tidur di kamar utama, aku akan tidur di ruang kerjaku.” “Gak, Om. Biar aku tidur di kamar tamu saja.” “Gak, kamar tamu hanya untuk tamu. Besok aku akan pindahkan barang-barang aku ke ruang kerja aku.” Setelah itu Dava melangkah pergi menuju ruang kerjanya. Selain karena malam ini dirinya harus tidur di ruangan itu, dirinya juga masih harus menyelesaikan pekerjaan yang tadi

