Siska membuka kedua matanya secara perlahan, ia sengaja bangun lebih pagi, karena ia tak ingin sampai Dava melihatnya dalam keadaan tidur, karena dirinya merasa wajahnya sangat jelek saat pagi hari setelah bangun tidur. “Pagi, Sayang,” sapa Dava sambil menopang kepalanya dengan tangan kirinya menghadap ke arah Siska yang baru saja membuka kedua matanya. Siska membulatkan kedua matanya, saat tiba-tiba Dava mengecup bibir mungilnya. “Morning kiss,” ucap Dava tanpa rasa bersalah sedikitpun, bahkan di kedua sudut bibirnya tercetak sebuah senyuman. Siska yang merasa kesal, langsung beranjak dari ranjang, melangkah menuju kamar mandi. Kedua telinganya bahkan bisa mendengar suara gelak tawa Dava yang saat ini mungkin tengah menertawai kebodohannya. “Manisnya istri kecilku. Andai setiap hari

