Kedua mata Siska yang awalnya terpejam, kini mulai terbuka dengan perlahan. Nafasnya masih belum teratur sepenuhnya. Tapi, apa yang baru saja diucapkan oleh suaminya, sangat mengejutkannya. Siska tau, saat suaminya mengajaknya menginap di hotel, pasti suaminya itu sudah merencanakan sesuatu. Tapi, untuk memberikan hak suaminya sebagai istrinya sepenuhnya, apakah dirinya sudah siap untuk melakukannya malam ini? Siska tak ingin merusak momen romantisnya dengan suaminya. Ini pertama kalinya suaminya begitu romantis padanya. Ia juga ingin menghabiskan malam dengan suaminya di kamar hotel itu tanpa adanya gangguan dari siapapun. Tapi, untuk melakukan tugasnya sebagai seorang istri di atas ranjang, Siska rasa malam ini bukan waktu yang tepat. Selain hatinya masih ragu, ia juga belum tau isi h

