Siska sudah mengganti gaun yang dipakainya dengan piyama tidurnya. Tubuhnya benar-benar sangat lelah, ia ingin segera menidurkan tubuhnya di ranjangnya yang empuk. Tapi, tiba-tiba dirinya teringat dengan ucapan suaminya saat di mobil tadi. Dava bilang kalau malam ini dirinya harus lembur. Ada pekerjaan yang harus dirinya selesaikan malam ini juga. “Lebih baik aku cek. Sekalian aku mau buatkan kopi buat Om Dava.” Siska lalu melangkah keluar dari kamarnya. Tujuan pertamanya adalah dapur, karena dirinya ingin membuatkan kopi untuk suaminya. “Malam, Nyonya. Ada yang bisa Bibik bantu?” tanya Bik Yem saat melihat majikannya masuk ke dalam dapur. “Tidak, Bik. Aku hanya ingin membuatkan kopi buat Om Dava.” “Bibik baru saja mengantar kopi untuk Tuan ke ruang kerjanya, Nyonya. Tuan Dava minta

