Siska menatap ke arah Rassen. “Aku akan temui Om Dava dulu.” “Jangan!” Rassen menarik tangan Siska, tak mengizinkan gadis itu pergi untuk menemui suaminya itu. “Biarkan dia yang kesini nyamperin kamu,” lanjutnya. “Tapi ....” Siska kembali menoleh ke belakang, dimana tadi dirinya melihat suaminya yang tengah duduk sambil menatap ke arahnya. “Loh, kok sudah gak ada. Dimana Om Dava? bukannya tadi dia ada disana?” Siska bahkan mengarahkan jari telunjuknya ke meja tempat Dava berada tadi. “Suami kamu baru saja pergi.” “Apa! kenapa kamu gak kasih tau aku! aku harus mengejar Om Dava!” Rassen menarik tangan Siska. “Ada apa? apa kamu ada masalah dengan suami kamu itu? apa suami kamu benar-benar melarang kamu untuk bertemu denganku?” Siska hanya diam dengan kepala menunduk, lalu mendudukkan

