Siska beranjak berdiri, lalu menghapus kedua sudut mata dan juga pipinya yang basah karena air matanya yang terus mengalir seakan tak mau berhenti, lalu menatap ke arah lain, karena dirinya tak ingin sampai ada orang yang mengasihaninya setelah melihat kondisinya saat ini. Wajah sembab setelah menangis, kedua mata merah, pipi basah dengan air mata. Jangan tanya dengan suaranya, pasti suaranya terdengar serak. “Kamu belum jawab pertanyaan aku, sedang apa kamu disini?” tanya Dita lagi, saat Siska tetap diam. “Kamu sendiri sedang apa disini?” tanya Siska balik dengan suara serak. Dita menoleh ke belakang, menatap kekasihnya yang saat ini menunggu di dalam mobil. “Aku tak sengaja melihat mobil kamu. Jadi aku menghampirimu kesini. Kamu belum jawab ....” “Ini perusahaan Om Dava,” potong S

