Membangun Pertahanan Yang Kuat

1157 Words

"Kamu kenapa?" Bara menghentikan sendoknya yang hampir masuk ke mulut, menatap Mia yang tiba-tiba meletakkan garpunya. Wajah Mia pucat, matanya terlihat gelisah. Mia tidak menjawab. Sebaliknya, ia menutup mulut dengan tangan dan langsung berlari menuju kamar mandi. Bara memandanginya sekilas, lalu menghela napas pelan. "Mungkin cuma masuk angin," gumamnya pelan, lebih kepada dirinya sendiri, tanpa bergerak dari kursinya. Beberapa menit kemudian, Mia kembali ke meja makan. Ia mencoba mengambil sesuap nasi, tetapi hanya bertahan sebentar sebelum wajahnya kembali berubah. Ia bangkit, menutupi mulutnya lagi, dan berlari ke kamar mandi untuk yang kedua kalinya. Bara mengetuk-ngetukkan jarinya di meja, berusaha menahan keinginannya untuk ikut melihat kondisi Mia. "Kalau terus begini, bisa-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD