Langit-langit ruang meeting tampak begitu monoton bagi seorang Bara khususnya untuk hari ini, sama membosankannya dengan presentasi panjang yang sedang berjalan di depannya. Pikirannya melayang entah ke mana, membayangkan kehidupan yang jauh dari tekanan kantor ini. Presentasi terus berlanjut, dengan grafik dan angka-angka yang ditampilkan di layar, tapi Bara tetap terjebak dalam lamunannya. “Pak Bara.” Suara seorang karyawan itu membuyarkan lamunannya. Semua kepala di ruangan itu menoleh ke arahnya. “Apa pendapat Anda soal proposal ini?” tanya seorang pria di depan. Bara tampak bingung untuk beberapa saat. Dia tidak mendengar satu kata pun dari presentasi tadi. “Ehm... Maaf, bisa diulangi lagi?” tanyanya dengan canggung. Seketika terdengar bisikan di antara para peserta meeting. Beb

