Pintu apartemen terbuka, suara gesekan koper Mia terdengar pelan saat ia menariknya masuk. Bara yang tengah duduk di sofa hanya menoleh sekilas. Remote televisi ada di tangannya, tetapi jelas dia tidak benar-benar memperhatikan tayangan yang mengisi layar. "Mas," sapa Mia lembut, melepaskan sepatu dengan gerakan hati-hati. Bara menoleh tanpa ekspresi. "Udah selesai urusan di rumah Ibumu?" Mia mengangguk sambil meletakkan koper di sudut ruangan. "Iya, Ibu sekarang udah jauh lebih tenang." Bara berdiri, meraih jas yang terlipat rapi di sandaran sofa. "Jadi, semua udah beres? Nggak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, kan?" Mia mengangguk lagi, mencoba menangkap tatapan Bara yang tampak menghindarinya. "Iya. Ibu akhirnya bisa menerima semuanya, meski butuh waktu. Mas Panji banyak bantu nge

