Bab 30. Dilema

1263 Words

“Mia, soal kejadian semalam…” Bara membuka pembicaraan dengan hati-hati. Mia, yang sedang menyendok nasi ke piringnya, berhenti sejenak. Ia menatap Bara sekilas, lalu tersenyum tipis. “Udah, nggak apa-apa. Aku juga udah lupa, kok.” Bara mengerutkan kening. Kata-kata Mia terdengar ringan, tetapi ia menangkap nada dingin di baliknya. Semalam, ciuman itu... sesuatu yang terus menghantui pikirannya. Bagaimana mungkin Mia melupakannya begitu saja? “Beneran udah kamu lupain?” Bara menatap Mia, mencoba membaca ekspresinya. Mia mengangguk sambil kembali menyuap makanan. “Nggak usah kita bahas lagi ya, Mas. Anggap aja nggak pernah terjadi." Bara hanya mengangguk, tetapi perasaan aneh menghantam dadanya. Ia tidak mengerti kenapa hal ini justru lebih mengganggunya daripada Mia. Setelah sarapan,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD