Sejak insiden di angkringan, Mia tidak pernah merasa benar-benar tenang. Dia terus menghubungi Panji, meminta agar Panji meyakinkan ibunya, Widia, untuk tidak memberitahu ibunya, Siti, tentang perjanjian pernikahannya dengan Bara dan kehamilannya. “Mas, tolong ya. Bicarakan lagi sama Ibumu,” suara Mia terdengar cemas melalui telepon. Panji mencoba menenangkannya. “Aku udah bicara, Mia. Ibu janji nggak akan bilang apa-apa. Kamu nggak usah khawatir.” Akan tetap, pada kenyataannya meskipun Panji mengatakan semuanya aman, hati Mia tetap gelisah. Setiap malam dia memantau keadaan ibunya melalui adiknya, Dimas, memastikan bahwa semuanya baik-baik saja di rumah. Keesokan harinya, telepon Mia tiba-tiba berdering. Nama Dimas muncul di layar. Hatinya berdebar kencang, firasat buruk langsung meng

