Kopi yang tadi sore membuat tidur Arlo tidak nyenyak, dia kembali terbangun setelah tertidur sebentar. Dengan perlahan lelaki itu membuka matanya dan mendapati dirinya masih tertidur di kamarnya. Arlo memang sudah kembali tidur di kamarnya, berbeda kamar dengan Ema. Sejak pesan Arlo yang tidak sengaja terbaca Ema, keduanya memang jadi menciptakan jarak. Arlo tidak ingin membicarakannya dan Ema yang menjadi mundur tanpa meminta kejelasan. Mungkin saja kalau Ema sama seperti wanita kebanyakan, dia mungkin sudah menuntut penjelasan dari Arlo. Memarahi lelaki itu bahkan memakinya karena tidak mendapat kejelasan, tapi Ema berbeda. Arlo paham betul kalau Ema selalu memilih mundur, dan Arlo tidak bisa menahannya untuk bertahan. Dalam hening malam, Arlo mendengar pintu kamar Ema terbuka memb

