25. Tanpa Kabar

1030 Words

Seminggu berlalu sejak kepergian Arlo. Ema rasanya sudah tidak mampu lagi menangis, meratapi betapa tragis nasibnya. Ema yang sudah membuka hati, harus kembali kecewa karena lelaki yang dia pilih tidak bisa digapai dengan mudah. Berulang kali Ema menyalahkan dirinya sendiri karena membiarkan tembok yang dia bangun sendiri malah dihancurkan oleh dirinya sendiri. Ema mengutuk dirinya yang bodoh karena percaya kalau cinta bisa mengatasi segalanya. Yang ada cinta mereka malah menambah masalah baru. Hari-hari Ema hanya berisi kegiatannya yang seperti biasa namun kali ini terasa lebih membosankan. Tidak ada yang menunggunya pulang, tidak ada malam dengan percakapan melantur, tidak ada ciuman singkat tapi berkesan dan tidak ada yang menatapnya dengan tatapan memuja. Cyra adalah pelipur lara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD