Tanpa mau memakan masakan Maya, Erwin bergegas pergi. Dalam hatinya, Erwin merasa tak sudi memakan makanan seperti itu. "Memangnya dia kira aku ini hewan? Seenaknya saja menyediakan makanan seperti itu," gerutu Erwin dalam hati. "Mau ke mana? Tidak mau makan?" tanya Maya, menghentikan langkah Erwin. "Mau cari makan yang lain. Saya tidak sudi makan makanan seperti itu!" ketus Erwin. Maya menghela nafas ringan. "Ini makanan, semuanya bisa dimakan. Tidak baik mencela makanan seperti itu! Semua ini rezeki, selagi masih ada, nikmati saja. Bukannya anda bilang, anda selalu menghargai makanan?" Erwin terdiam, kata-kata beberapa hari lalu pernah dia katakan, kini diulangi oleh Maya. "Dasar gadis desa tak tau diri! Beraninya dia mengulang kata-kataku," batin Erwin, dengan sangat terpaksa kemba

