Stefanni lantas menolehkan pandangannya kepada sosok yang duduk di sampingnya. Hal itu jelas saja membuatnya terkejut. Jelas-jelas tadi yang datang padanya adalah Edwin, dan sekarang orang itu menjadi sosok Varo. Stefanni pun mengusap matanya berkali-kali agar ia bisa melihat dengan jelas, takut jika matanya bermasalah sekarang. "Nanti sakit matanya kalau dibegitukan," tegur Varo. "Bukannya tadi yang ke sini itu Edwin? Ke mana dia?" tanya Atayya heran. "Gue dorong tadi, dan kayaknya dia jatuh ke selokan," jawab Varo dengan candaannya. Ngapain lo di sini?" tanya Stefanni yang kini ia tidak lagi menatap lelaki di sampingnya itu. "Mau bawa elo pulang," jawab Varo dengan santai. "Gue masih mau di sini," jawab Stefanni. "Jangan bohong," ucap Varo. "Elo ke sini karena elo mau men

