Ucapan bernada ancaman yang dilayangkan Edwin kepadanya membuat Stefanni jelas saja terus memikirkannya. Di satu sisi, ia sangat ingin kembali ke tanah air, namun di sisi lain, ia masih ingin tinggal sebentar untuk merehatkan hati dan pikirannya yang sudah seperti benang kusut saat ini. "Lo mau gue tungguin sampai kalian mau flight atau gimana?" tanya Stefanni kepada Joanna ketika mereka telah tiba di bandara. "Tinggal aja, enggak apa-apa kok," sahut Joanna. "Lagian ada Edwin juga yang temani," sambungnya. "Begitulah kalau sudah ada gebetan, temannya pun dilupakan," sungut Stefanni. Joanna lantas memeluk Stefanni, sebagai tanda berpamitannya ia. "Jangan lama-lama lo di sini," ucap Joanna. "Siapa juga yang mau lama-lama?" tanya Stefanni kembali. "Palingan enggak sampai satu tahun,

