Setelah mengetahui semua faktanya, Stefanni malah merasa takut untuk berjumpa dengan Wanda. Karena, bayangan kalau Wanda akan menyakitinya secara fisik tiba-tiba terbayang sesaat setelah Paul menceritakan tentang rencana buruk Wanda kepada dirinya. “Yang aku takutkan, bukan hanya dia akan menyakiti gue secara fisik, tapi kalau bukan hanya gue saja yang akan dia lukai. Gue juga mengkhawatirkan Joanna,” Stefanni menggerutu, sembari menatap layar laptopnya dengan tatapan kosong. Gadis itu terdiam beberapa saat, meski pekerjaannya sudah menunggu di depan mata. Bahkan, ketika pintu ruang kerjanya dibuka oleh seseorang, gadis itu sampai tidak menyadarinya. “Fan!” Panggilan itu lah yang sukses membuat Stefanni membuyarkan lamunannya. Gadis itu mengernyitkan dahinya, menatap Varo yang ti

