Stefanni lantas kembali duduk di seberang Wanda, ia benar-benar melihat raut wajah gadis itu dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Bahkan, Wanda terlihat begitu santai setelah memasukkan sesuatu ke dalam cangkir minumannya. "Nanti, kirim alamat apartemen elo ke gue, ya? Biar nanti gue ada main-main ke sana," ucap Stefanni, kemudian ia meraih cangkirnya dan bersiap untuk meminum isinya. Dari balik meja kasir kafe, 2 orang karyawan Stefanni yang melihat Wanda memasukkan sesuatu ke dalam cangkir minuman bossnya itu, mereka jelas saja takut kalau terjadi sesuatu kepada Stefanni. "Bagaimana ini? Kalau kita cegat sekarang, apa mungkin?" "Apa kita minta Pak Varo ke sini?" "Pak Varo di mana?" "Kayaknya ada di kantornya." "Kamu punya akses masuk ke dalam kantornya nggak?" "Minta to

