Chapter 46

1001 Words

Paul datang ke toko Stefanni dengan penuh rasa senang. Karena ia pikir gadis itu akan meminta maaf kepada dirinya, Perihal semalam ia tidak menjawab telfon dan membalas pesan dari dirinya. Lalu, lelaki itu langsung duduk di seberang Stefanni yang sudah menunggunya. Bahkan, Paul benar-benar tidak bisa menyembunyikan senyuman atas ekspektasi yang sudah ia bayangkan sebelumnya. "Ini orang kenapa senyum-senyum kayak orang enggak waras?" tanya Stefanni dalam hatinya. "Kenapa lo ajak gue jumpa?" tanya Paul. "Sebelumnya gue mau minta maaf banget sama elo," ucap Stefanni. Lantas gadis itu menyernyitkan dahinya ketika ia mendapati Paul semakin melebarkan senyumannya. "Gue enggak mau ada kesalahpahaman diantara gue dan calon suami gue. Karena, gue rasa selama elo ada di sini, elo bersikap se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD