Chapter 18

1092 Words

Stevia mencoba untuk meyakinkan pada sang adik bahwa dirinya benar-benar menyesal karena sudah menuduh Stefanni dengan tuduhan yang tidak masuk diakal. "Aku benar-benar menyesal, Dek," lirih Stevia. Jangankan menatap kakaknya itu, Stefanni bahkan enggan untuk mendengar apa yang terucap dari mulutnya. "Mau sampai kapan kalian akan terus berselisih begini?" tanya sang Ayah. "Bukan aku yang memulai," sahut Stefanni. "Sekarang aku sudah menyesalinya," ucap Stevia. "Setelah lamanya hari yang berlalu dan setelah banyaknya waktuku yang terbuang hanya untuk berpikir, salahku di mana. Setelah rasa sakit di hati aku sudah benar-benar melebar, baru kamu menyesalinya?" tanya Stefanni dengan penuh penekanan. "Bicaranya begitu dengan Kakaknya?" tanya sang Ayah. "Itulah Papa. Selalu ingin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD