Chapter 19

1030 Words

Dengan telaten, Varo menyuapkan bubur yang dibelikan Joanna tadi kepada Stefanni. "Gue sudah telfon dokter tadi. Palingan jam 11 nanti beliau datang," ucap Joanna. "Loh, gue sudah mau bawa ini anak ke rumah sakit setelah sarapan ini," sahut Varo. Seketika itu juga, Joanna menatap Varo dengan matanya yang melotot. "Kenapa sih?" tanya Varo sembari mengernyitkan dahinya. "Selain gue enggak suka dengan bau rumah sakit, ada kenangan yang menyakitkan yang terjadi di sana hingga gue enggak mau lagi menginjakkan kaki di tempat itu," timpal Stefanni. Varo seketika menjadi diam. "Sudah, jangan diteruskan, Fan. Gue enggak mau kalau nafsu makan elo jadi rusak," ucap Joanna. "Enggak ada salahnya gue memberi tahukan pada dia tentang hal yang enggak dia tahu," sahut Stefanni. "Sudah, Fa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD