Almahira bisa merasakan hembusa nafas suaminya. Wajah keduanya semakin dekat, dan tiba-tiba… “Astagfirullah’haladzim.” pekik Almahira sembari mendorong tubuh Ashraf menjauh Kekuatannya cukup kuat membuat tubuh Ashraf terdorong ke belakang. Hal itu Almahira gunakan sebaik mungkin untuk menegakkan tubuhnya. Dengan secepat kilat Almahira merapikan kembali pakaiannya. Ia tersenyum canggung ke arah Ashraf. “Kenapa?” tanya Ashraf “Em.. Almahira lupa kalau ada tugas kampus yang harus diselesaikan, Pak.” “Astagaa.. terus?” “Ya, Almahira mau ngerjain sekarang!” “Emang nggak bisa ditunda dulu?” Keinginan Ashraf sudah di ujung tanduk. Bahkan mereka hampir saja melakukannya. Tinggal sedikit lagi, tapi Almahira justru mengacaukan segalanya. Rasanya menyakitkan sekali jika harus gagal. As

