Chapter 51

1193 Words

"Apa Tuan ingin saya membawakan sesuatu yang lain?" Rui tersadar dari lamunan dan mengalihkan pandangan dari meja pada wanita paruh baya di seberang meja. Wanita itu bekerja sebagai pelayan di sini sejak waktu cukup lama. Sejak kapan ia berada di sana? Rui bahkan tidak menyadarinya. Rui menegakkan punggung begitu menyadari rasa pegal di sana, pandangan matanya tanpa sengaja menangkap cangkir teh di meja yang sudah tidak mengepulkan asap. Isinya masih penuh, Rui belum meminumnya sama sekali. Dari yang ia ingat teh itu masih mengepulkan asap yang cukup kuat saat pertama kali dihidangkan di hadapannya, jadi Rui menyimpulkan ia sudah cukup lama melamun di sini. Meski ia sendiri tidak tahu pasti berapa lama tepatnya. "Tidak," jawab Rui akhirnya. "Aku tak apa, hanya sedang ingin sendiri." La

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD