20. Salah Paham

1870 Words
Kediaman Luz Minggu jam 07:05 "Lilia! Bangun Ini sudah sangat siang! Bangunn! Kau harus memberes kan pekerjaan kemarin! LILIAAA!." Teriakan Davit Di depan Lilia yang sedang menikmati tidurnya." Hmmm.. Kau kerjakan lah! mencoba mandiri jangan menyusahkan Orang Hus.. Hus pergi." Gerutuan Lilia masih menikmati tidur nya." Aihh? Siapa yang di susahkan? Kalau ini mau mu baiklah aku akan Membangunkan mu secara paksa." Ucap kesal Davit langsung menarik kaki Lilia." Cepatt bangun! Bangunnn Ukhhhh." Enggak! Enggak mau! Jangan ganggu aku wahai Iblis." Ucap Lilia sembari berteriak." Ya! Aku adalah iblis yang mengusir beban keluarga sepertimu Cepatt bangun!" Ucap Davit masih bertengkar dengan Lilia sampai kedengeran ke seluruh Rumah. Luziang: "Jika orang lain dengar mungkin di kira Suami yang sedang membangun kan Istri nya yang pemalas." Ucap Ayah Lilia yang mendengar pertengkaran Lilia dan Davit. Vivia Luz: "Ahhh.. tapi aku senang Lilia Mendapat sekreatari Seperti Davit yang bisa mengajarkan Lilia tepat Waktu." Ucap Ibu Lilia yang sudah pasrah mengajarkan Lilia untuk tepat waktu. 5 menit kemudian Di Ruang keluarga. "Ini berkas yang kau sisa kan minggu lalu, dan ini cek lah yang mana harus kau tandatangani, dan ini, Ah yang ini juga kau harus mengerjakan itu." Ucap Davit sembari menyodorkan semua pekerjaan yang sudah terlewatkan." Akhhhh.. Semua ini? Apa harus semuanya?" Ucap Lilia dengan wajah ingin menolak." Kenapa? Apa masih kurang? Ingin ku tambah lagi?" Ucap Davit menatap Tajam Lilia." Ti.. tidak! Ini cukup Ha.. Ha.. 3 jam kemudiann." Aku ingin tidur! kembalikan Tidur ku! Dasar Davit Gila kerja! Ini kan Akhir Pekan kenapa harus bekerja padahal aku ingin Jalan jalan Huh!" Gerutuan Lilia Sembari menaruh kepala di Atas meja. Davit Morgan: "Sudah lelah ya? Hah salah ku juga si ini akhir pekan, pasti dia kesal karena harus bekerja." Pikiran Davit yang melihat Lilia terus cemberut." Akhh.. bosen sekali, tiba tiba aku ingin jalan jalan." Ucap Davit sembari merenggangkan tubuh nya. Lilia LuzQiana: "Jalan jalan? Ayo jalan jalan bersama Ku aku juga bosan! Eh? Maksudku biar ku tunjukkan berbagai Tempat makanan Yang enak! Aku akam mengganti baju sebentar." Ucap Lilia yang sangat bersemangat. Davit Morgan: "Harus sesenang itu kah? Tak Salah kan aku memanggil nya Anak Pa'ud? dia sangat suka jalan jalan." Pikiran nya sembari tersenyum. Dan setelah Itu Lilia terus mendatangi berbagai tempat makanan bersama Davit." Hah? Apa kau masih ingin makan? Perutku saja ingin meledak." Ucap Davit yang terlihat kekenyangan namun Lilia masih Ingin mencicipi semua makanan yang sudah lama Ia tak makan." Ahhhh.. kenyangnya~"ucap Lilia yang sudah puas menikmati Makanannya itu." Kau tunggulah disini aku akan membayarnya Dulu." Ucap Davit bergegas pergi." Aku butuh yang manis manis, Eskrim!" Ucap Lilia langsung menghampiri Tempat Eskrim itu." Wahhh.. Ini baru namanya Eskrim." Ucap Lilia membeli Eskrim yang boleh mengambil sebanyak mungkin. Trining.. suara pintu Cafe yang terbuka Tap.. tap.. tap." Hah.. Kau cepat lah Mesan sesuatu Aku lapar." Ucap Rara memasuki Cafe itu." Aihhhhh.. Ramai sekali! Eh? Itu Lilia! Ucap Rara sekilas melihat Lilia dan mengikutinya. Davit Morgan: "Kucari kemana mana ternyata sedang ngapelin Eskrim! Jika kau mengambil sebanyak itu bisa bisa toko ini akan bangkrut dalam sehari, Sudah lah ayo pergi." Lilia LuzQiana: "Ya memang kenapa? Siapa suruh mereka menjual Eskrim yang bisa di ambil sepuasnya! Ini termasuk sedikit tau!" Ucap Davit dan Lilia bergegas pergi dari Toko itu." Tap.. tap.. tap tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang mengikuti mereka dari belakang." Permisi.. Apa ini nona Lilia? Ah.. ini dompet anda terjatuh tadi." Ucap pelayan di Cafe itu." Ohh.. makasih ya untung saja kau temukan." Ucap Lilia bergegas pergi. Rara Ayundira: Taps! Suara tangan Rara menyentuh pundak seseorang." Lilia! Apa itu kau?" Eh? Siapa ya?" Ucap Seorang Gadis yang tak sengaja Rara pegang." Ah! Maaf sepertinya aku salah orang." Ucap Rara." Mana mungkin ? Jelas jelas aku benar benar melihatnya! Apa karena aku terlalu lelah jadi berkhayal. Davit Morgan: "Hah.. akhir nya selesai juga! Sudah tidak ada yang mau kau kunjungi kan? Ayo cepat pulang! Kita harus menyelesaikan Dokumen yang tersisa tadi." Ucap Davit sembari membukakan pintu mobil. Lilia LuzQiana: "Kau tidak bisa menghitung Ya? Kita baru mengunjungi 12 tempat dan tersisa 1 tempat lagi, ini paling spesial tau! Ayoo cepat aku akan menunjukkan jalan nya." Ucap Lilia sembari masuk kedalam mobil. "Apa? Masih ada 1 lagi! Tidak! Tidak! Aku tidak mau! Kau pergi saja sendiri." Ucap Davit sangat menolak keras. 20 menit kemudiaan." Hahaha.. Akhir nya aku bisa kesini lagi! Hmm.. Ternyata masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah." Ucap gembira Lilia Yang mengunjungi Tempat Festival Yang dulu Ia sering kunjungi namun sekarang sudah terbangkalai." Wahh.. Bagus sekali tapi bukan kah ini terlalu jaduel." Ucap Davit yang terpaksa Ikut Lilia." CIH! Katanya nggak mau ikut! Pas ikut malah ngatain bodo ah diemin aja!" Pikiran Lilia sembari mengabaikan Perkataan Davit." Apa itu? Barusan aku di kacangin? Apa yang salah dengan kata kata ku? Aku kan baru saja memuji." Pikiran polos Davit yang tidak tahu dia habis menghina. "Syalalala.. Wah.. ku kira tempat ini sudah berubah banyak tak di sangka bentuknya masih persis seperti dulu! Tidak mungkin jika terbangkalai tapi sama sekali tidak berdebu dan rusak seperti Ada yang menjaganya." Ucap Lilia masih mengelilingi Tempat Festival itu." Hah! Dia sangat berenergi jika jalan jalan, saat bekerja akan lemas seperti Yupi! Dasar Lilia! Sebaik nya aku membelikannya Air minum pasti dia akan sangat haus." Ucap Davit Bergegas pergi tanpa berbicara pada Lilia. Lilia LuzQiana: "Ah! Toko Lolipop? Akhirnya aku menemukanmu! Davit tolong Fotokan aku! Eh? Dasar Davit tadi Dia sendiri yang mau ikut tapi sekarang pergi gitu aja tanpa basa basi, Huh! bodo Ah aku bisa foto sendiri." Ucap Lilia menaruh Handphone nya dan memulai berfoto memakai Tumbler 1.. 2.. 3.. Cekrekk." Wahhh sangat bagus! Ternyata aku cantik juga!" Ucap nya sembari mengezoom foto nya." I.. itu? Tangan Siapa yang ada di dalam toko Ekrim ini kan sudah terbangkalai! Ma.. masa." Ucap Lilia yang sangat gugup melihat sebuah tangan terlihat dalam Foto nya. Taps.. tiba tiba sebuah tangan memgang pundak Lilia." Ha.. hantu!! Akhhhhhhhhhh... A.. ada Hantuuuuu!" Serontak Lilia berteriak sangat kencang. Raiyen Qin: "Mulut mu itu terbuat dari Toak Ya? Berisik sekali!" Ucap Raiyen sembari menutup mulut Lilia dengan tangan nya. Lilia LuzQiana: Nyittt.. suara Lilia menggigit tangan Raiyen." Lepaskan! Kau orang gila di bandara itu kan? Apa kau sungguh ingin menculik ku sampai mengikutiku di sini? "Adahhhh! Serigala nakal! Siapa yang ingin menculik mu! Sudah ku bilang aju pria kaya yang Elegan! tak butuh wanita seperti mu untuk menghasilkan Uang." Ucap Raiyen Dengan Nada sombong." PFFF.. Wahahaha Kaya nya kau punya pennyakit jiwa ya? Mana ada orang kaya dari kemarin memakai baju itu dan tidur di tempat terbangkalai ini? Sudah lah karna aku baik aku akan membawa mu ke rumah sakit." Ucap Lilia Sembari tertawa." Sakit Jiwa? Berani nya kau mengataiku si Presdir WolldenQin punya penyakit jiwa! Cepat tarik kata kata mu Huh!" Ucap Kesal Raiyen." Woah.. sepertinya sakit mu sangat parah! Aku tak bisa membawa mu kerumah sakit sendirian, aku akan menelepon saja!" Ucap Lilia bergegas menelepon Rumah sakit jiwa. Taps.. tuk suara Raiyen memegang Handphone Lilia dan membuat Lilia terpojok di tembok." Kubilang! aku bukan Orang gila! Apa wajah ini Kelihatan seperti orang gila." Ucap Serius Raiyen menatap Lilia dari dekat. Lilia LuzQiana: "Wajah nya memang tak kelihatan seperti orang gila tapi ucapan nya tinggi sekali untuk Ia yang tinggal gelandangan! Huh.. Kesal! Tapi juga kasian apa aku membawanya kerumah aja ya? Lumayan untuk jadi pengusir tikus!" Pikiran Lilia sembari menatap Curiga Raiyen. Raiyen Qin: "Heh! Dari tatapan itu aku tau dia masih tak percaya! Kalau begitu mari kita taruhan." Ucap tegas Raiyen. "PFFF.. Wuahahahaha, kau yakin mengajak ku taruhan? Apa kau tau aku Raja pemenang Taruhan terbanyak dalam berbisnis tingkat tinggi? Sudah lah kau ingin apa akan aku berikan." Ucap Lilia dengan nada sombongnya itu." Masalah Ingin sesuatu dari mu, aku pasti akan mendapatkannya tapi jika aku menerima itu sekarang bukankah kau akan tetap tidak percaya pada ku." Ucap Raiyen semakin mendekatkan wajah nya kewajah Lilia." Sombong sekali! Ya baiklah katakan apa taruhannya." Ucap Lilia langsung mendorong Raiyen." Singkat saja jika aku benar bukan orang gila dan aku presdir WolldenQin, Kau harus muncul jika Aku panggil!" Ucap Raiyen penuh percaya diri." PFFF.. Ya seterah lah lagian sudah jelas Siapa yang kalah dan menang." Ucap Lilia dengan nada merendahkan. "Percaya diri sekali! Ingat Ya Mungkin Ini akan menjadi pertama kali nya kau kalah dalam Taruhan. Ingat untuk menepati janji aku sudah merekamnya! Baiklah sampai jumpa." Ucap Raiyen yang dari tadi merekam Omangan Lilia dan bergegas pergi." Nyeh! Itu tuh banyak gaya tapi kosong Isi nya! Kita lihat saja siapa yang menang! Eh? Tapi dengan cara apa kita taruhan? Dia langsung pergi gitu aja." Ucap Lilia yang terlihat sangat bingung. Setelahnya di perusahaan WolldenQin. "Hehehe.. Wahahaha! Wahahaha!" Tertawaan Seram Raiyen terus bergema sampai membuat para karyawan merasa Angker." Apa kau dengar? Seharian Ini Pak Presdir terus saja tertawa." Ya aku juga merasa sejak Awal Pak Presdir datang dia terus mesam mesem!" Tapi Aneh nya Tawaan ini terdengar sangat Angker bukan?" Jangan jangan.. presdir tampan kita, di Rasuki Roh janda bolong lagi!" Ya ampun Lindungi lah presdir tampan kita dari serangan Roh jomblo mau pun janda." Ucap heboh para karyawan." Apa yang kalian sedang Bicarakan? Siapa yang terkena Roh janda bolong?" Ucap Lion mendatangi para karyawan itu." Ah.. pak Lion! Tolong presdir Tampan! Dari tadii dia terus tertawa menyeramkan, mungkin saja pak Presdir kemasukan Roh janda bolong." Ucap panik para karyawan itu." Eh? Raiyen? Kenapa dia kemasukan Arwah janda bolong?" Ucap bingung Lion." Mu.. mungkin karena Pak presdir sudah terlalu lama menyendiri makanya Arwah janda bolong pun mau menemani, WAHAHAHAHA!! Tiba tiba terdengar suara tertawaan Raiyen. "Nah kan! Pak tolong selamatkan Pak presdir! Saya tak Rela jika keperjakaannya di rebut Arwah janda bolong." Ucap Karyawan wanita itu. Dan mau tidak mau Lion langsung menghampiri Raiyen." Aissss.. Apa Raiyen beneran kemasukan Arwah? Apa aku nggak usah masuk Saja ya?" Ucap bingung Lion masih Ragu untuk membuka pintu. Ceklek.. tiba tiba pintu itu terbuka dan dengan secepat kilat Lion langsung di tarik masuk."Eee? Akhhhhhhhhh.. aku mohon Nona Janda bolong! jangan mencuri keperjakaan ku juga! Ampuni aku! ampuni aku!" Ucap ketakutan Lion sembari memejamkan matanya." Nona janda bolong tuh siapa? Dan ada apa dengan keperjakaan mu? Ahhh.. apa kemarin malam kau benar benar melakukannya?" Ucap Raiyen Sembari menyeringai." I.. itu kemarin malam Aku dan dia. Kemarin malam di Hotel Venos. Ceklek! Tap.. Tap.. Tap" Kau melakukan trik konyol lagi ya? Cepat pakai baju ini! nanti kau bisa kedinginan." Ucap Lion yang melihat seluruh tubuh Rara Basah kuyup." Hmmm.. Bisa tolong Pakaikan aku susah bergerak." Ucap Rara yang sengaja menggoda Lion dan Lion pun langsung menuruti perkataannya dan mulai menggantikan pakaian Rara dengan sangat lembut." Ouchh.. kau sangat kasar bisa sedikit di lembutkan."Ucap Rara kembali menggoda Lion dengan menunjukkan Arah dimana Ia harus bersikap lembut." Brug! Aku sudah tak bisa mengendalikan diri ku Rara kumohon jaga lah tingkah Laku mu aku takut kau akan menyesal." Ucap Lion langsung menidurkan Rara di Ranjang nya." Hehehe! Aku tak akan menyesal Apa kau sudah tak menyukai ku? Aku sungguh kedinginan! Hangatkan lah aku." Ucap Rara yang terpengaruh dalam obat Perangsang dan memulai Malam yang panjang bersama Lion." Ouch.. Benar! Seperti itu! Kau sangat lembut Raiyen Sangat Lembut." Keesokan pagi nya." Hmmm? Rara mana? Apa ini?" Ucap Lion yang melihat selembar kertas di samping Ia tertidur.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD