Hotel Venos di pagi hari." Surat dari Rara?" Ucap Davit yang melihat sebuah kertas beratas nama Rara yang berisi" Tadi malam itu salah paham! Dan kuharap kau menyembunyikanya dari kak Raiyen! Rara." Hehe? Kenapa aku bisa menyukai mu padahal kau selalu membuang ku seperti sampah?" Ucap Davit sembari memegang Kepalanya.
Raiyen Qin: "Jadi begitu! Kau masih belum melangkah? Hah! Padahal kemarin kan waktu yang sangat tepat." Ucap nya yang tidak mengetahui kejadian Antara Rara dan Lion.
Lion Ziling: "Hahaha.. maaf lain kali aku akan berusaha untuk percaya diri." Ucap nya yang terlihat sangat gugup." Maaf Raiyen aku tak bisa mengatakan sejujur nya!" Pikiran Lion.
"LION!" Tiba tiba Raiyen memegang pundak Lion." Hah? A.. apa?" Ucap gugup Lion." Ada yang harus kau kerjakan HeHeHeHe." Ucap nya dengan wajah menyeramkan." I.. Ya?" Ucap Lion yang masih terpaku.
Keesokan hari nya diKediaman Keluarga Luz. Lilia LuzQiana: "Hmmm.. Lezattos Aku masih tak mengira Kau sangat pintar memasak, apa aku harus menjadikan mu Tukang masak khusus untuk ku saja?" Ucap Lilia yang sangat menikmati Masakan Davit.
Davit Morgan: "Itu juga yang harus kulakukan aku kan sekretarismu semua yang kau butuhkan Akan aku siapkan jadi jangan ganti Profesiku karna aku sudah cukup menikmati." Ucap Davit yang masih memakai celemek masak itu.
"Hahaha.. menikmati? Jika orang lain lihat kita akan di anggap suami istri yang baru saja menikah tau! Kau itu lucu sekali Hihihi." Ucap Lilia Sembari tertawa kecil." Aku sungguh tak keberatan jika Memiliki Profesi itu." Ucap Davit dengan nada Narsisnya. Nitt.. nitt tiba tiba terdengar Suara Bel berbunyi." Eh? Siapa yang datang di sore hari seperti ini?" Ucap Lilia." Biar aku saja, kau lanjutkan makan." Ucap Davit bergegas keluar." 2 menit setelah nya." Mana tamu nya?" Ucap Lilia yang hanya melihat Davit kembali Seorang diri." Ah.. Ini Sepertinya Kau di Undang ke pesta yang di adakan Presiden WolldenQin." Ucap Davit yang menerima sebuah Kertas yang berisi undangan." Yaps! Bagus! Aku Lilia memang selalu beruntung! Hehehe." Ucap Lilia Yang merasa senang karena Ia bisa melihat langsung wajah Presiden WolldeNQin Agar bisa mengalahkan taruhan itu." Loh? Biasa nya dia nggak suka hadir ke pesta manapun! Tapi bagus lah Jadi Dia bisa bergaul dengan yang Lainnya.
Malam hari pun tiba dan saat nya di mulai pesta Di kapal pesiar Niwton yang terdiri dari kalangan para Artis maupun para pengusaha tinggi.
Lilia LuzQiana: "Hehehe.. Aku memang beruntung! Seperti di lahirkan dari takdir! Jika aku melihat wajah Presiden WolldenQin yang sebenarnya! Aku akan memenangkan Taruhannya! Dan aku akan mempunyai menakut nakuti Tikus gratis! Hehehe.. Ini namanya Rezeki sedang mampir." Pikiran Lilia sembari mesam mesem.
Davit Morgan: "Uhh! Dari wajah nya sepertinya Ia merencanakan sesuatu! Tapi Semoga saja tidak." Pikiran Davit yang merasakan Aura Lilia.
Sesampai di Kapal Pesiar Newton Lilia dan Davit di tempatkan Dibagian Dua yang sangat dekat dengan meja Presiden WolldenQin." Boleh aku tau Apa di balik mesam mesem mu yang mengerikan Itu." Ucap Davit yang merasa sangat janggal melihat Ekspresi Lilia." Apa kau tau Rezeki sedang mampir tanpa Di kasih Suguhan! Apa kau tau Arti nya tanpa aku bergerak Aku akan berhasil Hahahah." Ucap Lilia yang sudah tidak sabar ingin melihat wajah Presiden WolldenQin." Apa ini sifat Aslinya ya? Aku sungguh baru tau Ia ingin mencari muka pada presdir WolldenQin untuk bekerja sama dalam Bisnis, Ya memang Dia itu Lilia CEO MakeLuz Kami." Ucap Davit penuh kebanggaan. Tap.. tap.. tap.. Tiba tiba terdengar Suara langkah kaki yang membuat Semua mata tertuju pada nya.
Davit Morgan: "Kau sungguh tak sabar melihat Presdir Qin kan? Itu dia Akhirnya datang." Ucap Davit yang melihat Presiden WolldenQin tiba di Acara.
Lilia LuzQiana: "YA mana! mana? Hehehe.. akhir nya datang juga! Loh?" Ucap Senang Lilia seketika Hancur sehabis melihat wajah presiden Qin datang.
"Tap.. tap.. tap suara langkah kaki presdir WolldenQin menuju Tempat Lilia.
"Halo CEO Lilia! Sepertinya takdir mempertemukan Kita kembali." Ucap Raiyen sembari tersenyum.
"Ke.. kenapa? Dia!" Pikiran Lilia yang masih terpaku karena Kaget. kemarin Sore di perusahaan WolldenQin." LION!" Tiba tiba Raiyen memegang pundak Lion." Hah? A.. apa?" Ucap gugup Lion." Ada yang harus kau kerjakan HeHeHeHe." Ucap nya dengan wajah menyeramkan." I.. Ya?" Ucap Lion yang masih terpaku." Aku ingin mengadakan pesta, dan kau harus mengurusnya." Ucap Raiyen." EH? pesta, bukan kah pesta taunan kita baru saja selesai bulan lalu? Kenapa kau ingin membuat pesta lagi?" Ucap bingung Lion." Aku bertaruh dengan Lilia." Ucap Raiyen." Lilia? Kapan dia pulang? Apa Dia sudah mengingat kejadian Tahun lalu?" Ucap Lion yang sangat terkejut." Dia tidak ingat, sungguh hancur Ia tak bisa mengingatku! Tapi syukurlah Takdir mempertemukan Kita kembali, dan aku akan membuat nya selalu bersama ku dan memulai 1 demi 1 ingatannya kembali." Ucap Raiyen sembari tersenyum kecil.
Lion Ziling: "Hah.. jadi ini! Bilang dong, nggak usah bikin keributan tentang Arwah janda bolong." Ucap nya langsung tenang.
Raiyen Qin: "Eh? Siapa yang bikin keributan! Mereka saja yang sangat Perduli pada Bos tampannya." Ucap nya sembari membangga kan diri.
"Heleh! Cuih! Mereka juga nggak bakal heboh kalau kau tidak tertawa mengerikan hampir satu gedung heboh tau." Ucap Lion." Haha.. Siapa suruh kalian punya kuping! Yaudah cepat sana Antarkan Undangan itu ke rumah Lilia dan Yang Lain siap kan pesta nya dalam Sehari aku ingin menikmati kemenangan ku dari sekarang." Ucap Raiyen bergegas pergi sembari memasang wajah bahagianya" Lilia kembali? Dan pesta ini! Aku tak boleh Membuat Rara Hadir di sana jika Lilia melihat Rara pasti Dia akan Ingat! Dan Rahasia ini aku harus Mencegah Hal yang buruk." Pikiran Lion bergegas pergi.
"Hmmm..? tatap bingung Raiyen yang masih melihat Lilia bengong dan tidak bisa berkata kata itu." Eh? Ah maaf Presiden WolldenQin mungkin saja Nona Lilia kami masih Malu, karena Nona jarang sekali bergaul dan mengikuti Acara seperti ini." Ucap Davit sekreataris Lilia." Tak Apa aku memaklumi itu, kalau begitu aku permisi." Ucap Raiyen bergegas pergi untuk menyambut Para Tamu di pesta itu." Aku ingin mencari Angin dulu kau wakilkan aku berbicara dengan yang Lain." Ucap Lilia bergegas pergi." Lilia kenapa ya? Sehabis melihat wajah Presiden Qin Ia terlihat terkejut dan tidak bicara sedikit pun, sebenarnya apa yang terjadi." Ucap Bingung Davit.
Lilia LuzQiana: "Akhhhhhh.. Itu bukan dia kan? Bukan kan? Tidak mungkin pasti aku salah Lihat! Ya.. tak mungkin Orang gila itu Beneran Presiden WolldenQin!" Ucap Lilia yang berada di balkon kapal pesiar Newton Itu.
Raiyen Qin: "Apa yang bukan? Apa kau masih tak percaya Siapa yang berdiri di hadapan mu ini?" Ucap Raiyen menatap dekat Lilia.
"Ka.. kau menjauh! Ukhhh.." Ucap Lilia yang ingin Terjatuh ke laut Namun ditangkap Oleh Raiyen." Aku tak tahu CEO MakeupLuz orangnya suka Ceroboh! Apa kabar yang beredar kalau kau sangat Hebat itu, cuman kabar Angin?" Ucap nya yang masih memegang Pinggang Ramping Lilia dan menatap Lilia dari dekat." Huh! Katakan yang sebenarnya kau cuman bohongan kan? Kau menipuku kan?" Ucap Lilia kembali mendorong Raiyen." Apa ini Reaksi mu jika kalah dalam Taruhan? Sudah ku bilang Dari awal aku tak berbohong dan saat nya aku menagih hasil taruhanku bukan?" Ucap Raiyen yang terlihat sombong itu." Tidak! Aku tak mau bagaimana pun aku tak mau menjadi b***k mu!" Ucap Lilia dengan nada membantah." Hehe.. ternyata kau masih sama, keras kepala! Jika kau tak mau gampang saja aku akan membuat berita kalau CEO MakeupLuz Tidak mau mengakui kekalahannya." Ucap Raiyen.
Lilia LuzQiana: "Heh! Kau pikir apa kau bisa melakukan itu! Kau juga tidak ada bukti untuk apa bersusah payah!" Ucap Lilia dengan nada percaya diri.
Raiyen Qin: "Pertama Aku memiliki Rekaman suara mu! Kedua aku penguasa Kota Shenyang yang Kau tempati sekarang! Tanpa bukti pun aku bisa mendapatkan apa yang ku mau." Ucap Nya sembari menyeringai.
"Hmpp! Kalau di pikir pikir Ia memang Presiden Qin! Dewa kota shenyang sekaligus Raja! Dia juga berupa Peraturan! Apa pun yang keluar dari mulut nya Itu, adalah peraturan! Kalau seperti ini aku tak bisa Lolos!" Pikiran Lilia sembari menggertakkan giginya." Apa cocok seorang CEO MakeupLuz menggertakkan Gigi seperti Layaknya hewan?" Ucap Raiyen dengan nada menghinanya." Cih! Baiklah aku akan menuruti apa yang kau mau!" Ucap Lilia." Hmm.. ya bagus ternyata kau bisa berpikir bijak juga."Ucap Raiyen kembali dengan nada menghina." Betapa suka nya Ia menghina ku? Tapi ada syarat nya! 1 aku akan melakukannya jika aku setujui, 2 saat malam hari aku tak bisa melakukannya dan 3 tidak boleh memberitahu siapa pun." Ucap Lilia dengan tegas." Baiklah aku menyetujuinya. Senang berbisnis dengamu Nona Lilia." Ucap Raiyen sembari mengulurkan tangannya." Cih! Tap.. tap.. tap suara langkah kaki Lilia berjalan pergi tanpa menyambut uluran tangan Raiyen." Hehe.. ternyata susah juga menjinakkan Kucing imut." Ucap nya sembari tertawa kecil.
Lilia LuzQiana: "Huh! Sungguh Muak melihat wajah nya! Dasar Rezeki tidak di undang aku sungguh menyesal." Gerutuan Lilia sembari memasuki tempat pesta itu.
Davit Morgan: "Nona Lilia kau kembali? Habis dari mana saja? Aku sudah mencari mu tapi syukurlah kau sudah kembali. EH? Nona?" Ucap Davit yang khawatir melihat wajah Lilia yang tiba tiba pucat.
"Ting.. ting.. srek.. sreekk suara perpaduan Pisau yang sedang memotong Steak." Hoss.. hosss! Pi.. pisau hoss..hos." Ucap ketakutan Lilia yang melihat pisau yang membuat seluruh Tubuhnya bergemetar." Eh? Pisau! Aku lupa Nona tak bisa melihat Pisau! Makanya itu aku jarang menyetujui Nona ikut dalam pesta! Li.. Lilia! Tak apa sungguh tak apa, aku akan menyiapkan mobil kau tunggu sebentar." Ucap Davit bergegas pergi." Lilia? Apa yang terjadi? Kenapa wajah nya pucat sekali." Ucap Raiyen yang melihat Lilia duduk di lantai dengan wajah pucat." Lilia? Ada apa? Kau baik baik saja?" Ucap Raiyen yang langsung menghampiri Lilia." PI.. pisau! Pi.. pisau I.. itu!" Ucap Gemetar Lilia." Hah? Pisau! Lilia kan teroma jika melihat pisau! Aku memang bodoh! Tenang lah aku akan membawa mu keluar." Pikirannya bergegas membawa Lilia keluar dari pesta Itu." Tenang lah jangan takut Ada aku disini." Ucap Raiyen yang mencoba menenangkan Lilia." Ke.. kenapa, jika bersama nya rasa takut ku sedikit hilang? Mengapa aku merasa nyaman Hmm.. aku sangat ngantuk!" Pikiran Lilia yang masih dalam pelukan Raiyen.
Davit Morgan: "Presiden Qin, Terimakasih karena telah membantu Nona Kami! Kami harus pulang sekarang." Ucap Dingin Davit sembari memegang tangan Lilia.
Raiyen Qin: "Tidak perlu berterimakasih karena ini memang Sudah tugas ku! Dan tolong jaga baik baik Lilia ku." Ucap tegas Raiyen sembari memasukkan Lilia yang tertidur ke dalam mobil.
Breummmmm suara mobil Lilia bergegas pergi." Hah! Dasar Lion kenapa Ia tak bilang kalau kak Raiyen mengadakan pesta! Cih jika sampai kak Raiyen bersama pasangan Lain! Eh? Siapa wanita itu? Kenapa kak Raiyen memasukkannya kedalam mobil?" Ucap Rara yang melihat Raiyen dan Lilia." Huh! Aku memang sangat ceroboh kenapa bisa aku sampai melupakan hal sepenting ini!" Ucap Raiyen dengan nada kesal nya.